Tips Mengelola Database untuk Mengoptimalkan Strategi Pemasaran

Bagaimana cara kamu mengatur kontak database, berdampak pada bagaimana kamu mengirimkan campaign yang sesuai dengan segmentasi mereka dan dengan pendekatan personalisasi yang berbeda.

Saat ini, banyak bisnis yang masih bingung bagaimana mereka mengelola dan mempelajari database dalam jumlah besar yang terdiri dari berbagai segmentasi dan karakteristik yang berbeda. Jika ini terjadi pada bisnis kamu, maka coba perhatikan satu contoh kasus berikut ini.

Perusahaan A memiliki memiliki jumlah database yang sangat besar, database tersebut mereka kelola dengan sebuah tools agar lebih mudah untuk mengkategorikan data tersebut berdasarkan segmentasi, dan kemudian dari segmentasi tersebut bisa dengan mudah dianalisis bagaimana karakteristik dari setiap database yang ada.

Perusahaan A menggunakan fitur Advance Segmentation dari MTARGET, yang di dalamnya mereka membuat beberapa kategori orang-orang yang menyukai baju, celana, topi, tas, kacamata, jam tangan, dan sebagainya, disegmentasikan sebagai orang-orang yang menyukai fashion. Orang-orang yang menyukai fashion ini memiliki beberapa label seperti yang sudah disebutkan di atas, seperti label baju, celana, topi, dsb.

Selanjutnya, dari label-label tersebut, perusahaan A membuat analisis tentang bagaimana karakteristik setiap label. Misalnya, label baju kebanyakan seorang wanita, dan tingkat pembelian mereka cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Nah, tingkat pembelian ini kemudian mereka buat ke dalam sebuah field yang lebih spesifik.

Jadi, dari contoh kasus di atas, hasil akhirnya akan seperti ini. Perusahaan A memiliki segmentasi fashion, yang di dalamnya terdapat berbagai label, seperti baju, celana, topi, dsb. Kemudian, di dalam label tersebut terdapat karakteristik dari masing-masing kontak, baik dari karakter pembelian, fast respon akan suatu campaign, dsb.

Dari contoh kasus di atas, bisa sebut ini sebagai single audiens, di mana satu segmentasi audiens yang besar terdiri dari berbagai label dan karakteristik.

5 manfaat utama dari single audiens

Memiliki database customer di dalam Contact Management MTARGET, dapat membantu kamu untuk lebih memahami karakteristik dari setiap kontak yang kamu miliki dengan fitur Advance Segmentation yang menjadikan berbagai label data menjadi single audiens dalam satu fitur. Metode single audiens ini dapat membantu kamu untuk:

  • Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kontak database yang kamu miliki. Terutama jika bisnis kamu baru saja dimulai, memiliki 1 audiens membantu kamu melihat gambaran yang lebih jelas tentang dengan siapa kamu berbicara, dan jangan lupa untuk tetap melihat tren di audiens kamu, karena perilaku mereka terhadap bisnis kamu bisa saja berubah. Oleh karena itu, tetap fokus pada aktivitas mereka terhadap bisnis kamu untuk lebih memahami karakteristik mereka.
  • Targeting yang lebih efektif dengan semua kontak database ada di satu tempat. Single audiens memudahkan penggunaan tools seperti field dan label untuk mengatur insight tentang sub kumpulan kontak sambil tetap mengawasi audiens secara keseluruhan.
  • Single audiens menyederhanakan pengiriman. Mempertahankan 1 audiens tidak hanya membuat pengiriman ke field dan label lebih efektif, tetapi juga membuatnya lebih mudah jika kamu memang ingin mengirim pesan ke seluruh audiens dengan satu segmen yang sama. Daripada menduplikasi satu konten beberapa kali dan mengirimkannya ke audiens yang sama namun labelnya berbeda, lebih baik kirimkan konten tersebut ke satu segmen, hal ini akan memudahkan kamu untuk melakukan pengiriman lebih cepat dan tentunya lebih sederhana dan mudah.
  • Kamu dapat memantau tren dan mengambil tindakan dengan cepat jika ada sesuatu yang berubah. Hanya karena bisnis kamu sedang berkembang, bukan berarti kamu perlu membuat audiens baru. Terus menambahkan kontak ke database audiens yang ada dapat membantu kamu melihat pola yang berubah dalam database secara sekilas, dan menemukan cara baru untuk berbicara dengan orang-orang di database tersebut seiring dengan perkembangan database audiens kamu.
  • Membantu untuk mempertahankan database kontak ketika bisnis kamu sedang berkembang. Dengan satu tampilan kontak kamu, ada satu catatan lengkap dari riwayat keterlibatan mereka, yang memudahkan kamu untuk memutuskan apakah sudah waktunya untuk terlibat kembali atau mengarsipkan kontak tersebut.

“Hanya karena bisnis kamu sedang berkembang, bukan berarti kamu perlu membuat audiens baru. Menambahkan ke kontak ke database audiens yang ada dapat membantu kamu dalam menemukan cara baru untuk berbicara dengan audiens tersebut.”

Lebih sedikit database, lebih banyak targeting

Sebelum kamu membuat audiens baru, ada baiknya untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri apakah fitur yang membantu kamu untuk mengatur database seperti field atau label dapat membantu kamu untuk melakukan targeting? Jika tidak, maka pertimbangkan kembali ketika hendak menambahkan database baru yang berbeda dari kategori yang kamu belum butuhkan. Berikut ini beberapa contoh di mana penargetan dalam satu database audiens jauh lebih efektif daripada membuat database sudiens baru.

  • Alih-alih membuat database audiens baru yang kamu temui di suatu event, gunakan field untuk mencatat di mana kamu bertemu mereka saat mengunggah daftar kontak baru ke audiens yang ada. Kamu bahkan dapat mengatur otomatisasi untuk men-trigger berdasarkan field tersebut, sehingga kamu dapat dengan mudah menindaklanjuti kontak ini dengan cara yang dipersonalisasi, tanpa memisahkan mereka dari audiens kamu yang lain.
  • Daripada membuat database audiens terpisah untuk kontak yang berada di kota berbeda, pertahankan semua kontak ini dalam satu audiens, dan gunakan label yang telah dibuat sebelumnya di dashboard label kamu untuk menjangkau kontak berdasarkan lokasi mereka.
  • Alih-alih membuat database audiens baru untuk semua kontak yang memiliki minat tertentu, gunakan field untuk mencatat apa pun yang kamu perlukan tentang preferensi kontak kamu. Field umum di seluruh kontak kamu juga dapat dilihat di dashboard database audiens kamu, sehingga kamu dapat menargetkan field ini dengan campaign tertentu dengan lebih mudah.
  • Alih-alih membuat audiens terpisah untuk kontak baru untuk menyambut mereka, gunakan fitur label untuk menargetkan pesan berdasarkan tanggal pendaftaran, sambil tetap menyimpan kontak baru di audiens yang sama dengan pelanggan yang lainnya.

Singkatnya, menambahkan kontak baru memang penting, namun menjaga kontak database juga penting. Lebih penting lagi untuk mengetahui bagaimana cara mengelola dan memahami karakteristik dari database tersebut dalam satu tools yaitu Advance Segmentation MTARGET. Sehingga hal tersebut memudahkan kamu untuk melakukan segmentasi berdasarkan label dan personalisasi berdasarkan field untuk melakukan interaksi dengan kontak database dengan lebih personal.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia