Tips Menangani Review Buruk dari Pelanggan

Setiap perusahaan pasti ingin bisnisnya dapat bermanfaat dan membantu orang lain. Perusahaan pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk para pelanggannya. Namun sepertinya kita juga setuju jika tidak semuanya orang akan menyukai produk yang dijual. Beruntunglah jika Anda bertemu dengan orang yang memberikan kritik membangun tentang produk Anda karena dari kritik tersebut Anda dapat mengetahui kekurangan produk. Tapi di sisi lain, hal ini juga dapat membahayakan Anda jika seseorang yang baru pertama kali melihat produk Anda, lalu mengurungkan niatnya karena terdapat review buruk pada produk.

Jangan khawatir, yang perlu Anda lakukan adalah tenang dan coba ikuti beberapa tips yang telah kami rangkum berikut untuk menangani review buruk pada produk Anda:

  1. Pahami permasalahan, bukan menanggapi permasalahan.
    Luangkan waktu Anda untuk mengecek review buruk yang ada. Jika terdapat review buruk, sudah pasti ada yang salah dengan produk yang Anda jual. Perhatikan baik-baik review yang ada. Apakah ini memang kesalahan pada produk Anda? Atau hanya kesalahan penggunaan dari konsumen? Atau justru mereka yang memberikan review buruk adalah bukan pasar yang Anda tuju? Bisa jadi.

    Berikan feedback yang jelas mengenai problem yang ada. Jangan biarkan review buruk mengendap dan tidak terbalas, karena pelanggan pasti akan menganggap Anda tidak cepat tanggap. Jika sudah seperti ini, tentu akan sangat merugikan bisnis Anda. Berikan solusi jika itu memang kesalahan pemakaian dari pelanggan namun jika permasalahan memang berasal dari sistem, ucapkan permintaan maaf kepada pelanggan.

  2. Komunikasikan dengan Tim
    Karena Anda bekerja di perusahaan, itu berarti Anda bekerja dengan tim. Ketika Anda mendapatkan review buruk, jangan terburu-buru panik. Coba komunikasikan dengan tim terkait untuk mencari solusi pada permasalahaan tersebut. Setelah menemukan penyebabnya, mulai perbaiki permasalahan tersebut lalu komunikasikan dengan pelanggan tentang permasalahan yang dihadapi.

  3. Jadilah professional
    Ini sering terjadi oleh banyak orang. Ketika mendapatkan review yang buruk, mereka sudah terburu-buru untuk emosi, bisa jadi karena memang kesalahan pemakaian dari pelanggan namun perusahaan yang disalahkan. Hal sering terjadi dan memang menyebalkan, namun Anda harus bisa lebih professional dalam menanggapi hal tersebut. Pastikan Anda berlaku secara objektif, karena apapun yang Anda ucapkan pada review tersebut, Anda telah merepresentasikan perusahaan.

Baca Juga
  1. Jangan menyepelekan
    Mungkin bagi Anda ketika melihat review buruk hanya karena permasalahan sepele, Anda akan melewatkannya begitu saja tanpa menanggapi permasalahan tersebut. Ini yang perlu diperhatikan, mungkin memang permasalahan seperti ini hanya ada 1:1000, atau bisa dianggap sedikit orang yang mungkin mengalaminya. Tapi sebisa mungkin Anda jawab dengan solusi. Siapa yang tahu, jika dikemudian hari ada calon pelanggan yang lain dan mengalami permasalahan tersebut lalu karena ada review buruk yang tidak terjawab, mereka tidak jadi membeli produk Anda.

  2. Hubungi secara langsung
    Untuk menanggapi review buruk, cara termudah untuk menanggapinya adalah dengan menjangkau pelanggan tersebut secara personal. Selain itu, menghubungi secara personal juga dapat menciptakan suasana yang lebih baik sehingga pelanggan dapat memberikan tanggapannya secara bebas. Ini akan menciptakan kesan bahwa Anda sangat peduli dengan para pelanggan.

Pada akhirnya, apapun bisnis Anda pasti akan mendapatkan review buruk. Entah itu karena memang produk Anda atau hanya sekedar oknum yang ingin menjatuhkan bisnis. Tapi ingat, Anda harus objektif karena nantinya seluruh ucapan Anda membawa nama besar perusahaan.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia