Tips Bagaimana Mengelola Database dalam Jumlah Besar

Rekan Marketer, mungkin akhir-akhir ini Anda sering mendengar tentang istilah “Data is the new oil” yang menggambarkan betapa pentingnya database saat ini. Selain itu, hal ini juga memberikan gambaran bahwa siapa yang memiliki akses terhadap data, akses untuk mengelola data, maka ia yang akan menguasai bisnis di era 4.0.

Namun, pada artikel kali ini kami tidak akan membahas data secara umum, seperti Big Data, Unstructured Data dan sebagainya. Kali ini kita akan membahas tentang Structure Data, spesifik data yang sebenarnya lebih mudah untuk kita kumpulkan, dan kita kelola. Misalnya seperti data customer, behavioral customer, data penjualan customer, dan sebagainya yang lebih spesifik dan lebih mudah untuk kita kumpulkan dan kelola.

Structural Data

Pada umumnya, ketika berbicara data, ada dua masalah yang biasanya terjadi. Pertama adalah bagaimana cara mengumpulkan data. Kedua adalah bagaimana cara mengelola sebuah data. Ketika kita memiliki begitu banyak data, ternyata masalah lain tentang itu muncul, yaitu masalah tentang bagaimana cara mengelola data tersebut.

Strategi Mengumpulkan Data

Lead Magnet
Strategi mengumpulkan data ini tidak terlepas dari lead magnet. Lead magnet merupakan hal yang kita berikan kepada calon atau customer kita untuk mendapatkan data yang kita inginkan. Nah, ketika membicarakan lead magnet ada rumus antara nilai lead magnet dan data yang kita inginkan harus berbanding lurus.

Misalnya, jika yang kita tawarkan hanya subscribe ke newsletter kita, mungkin data yang kita kumpulkan tidak bisa banyak, hanya nama dan alamat email. Namun, ketika lead magnet yang kita tawarkan lebih besar lagi misalnya seperti voucher, potongan harga, discount, dan sebagainya. Dari lead magnet tersebut data yang kita minta bisa lebih banyak, seperti nama, nomor telepon, alamat email untuk dihubungi, birthdate mereka dan sebagainya.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan leads untuk kegiatan marketing? Di sini kita ambil contoh dari MTARGET. MTARGET biasanya mengikuti berbagai pameran, exhibition, dan sebagainya untuk mendapatkan leads baru. Pada pameran ini biasanya banyak leads datang, dan kita melakukan pendekatan kepada mereka. Misalnya dengan bertukar kartu nama, mengajak mereka untuk mengisi form buku tamu, dan sebagainya. Nah, hal ini kebanyakan bisnis dilakukan secara manual, tulis tangan, catat ini itu, dan sebagainya. Kemudian, di akhir pameran data tersebut dikumpulkan dalam sebuah excel untuk di follow up melalui email. Namun, ketika mengirimkan email ke data tersebut, banyak email yang mengalami bounce, karena beberapa alasan, misalnya ternyata alamat email tersebut ada yang typo, penulisan kurang jelas, dan sebagainya. Hal tersebut akhirnya akan berpengaruh buruk pada domain reputation Anda.

Sedangkan, di MTARGET kami melakukan hal tersebut langsung secara digital melalui tools yang kami miliki, sehingga mengurangi kesalahan-kesalahan human error seperti typo, tulisan kurang jelas, dan sebagainya. Kami menggunakan beberapa tools dalam sebuah pameran, mulai dari form, scan QR Code untuk kartu nama dan sebagainya hingga akhirnya data kontak leads tersebut kami kumpulkan untuk kemudian di follow up melalui tools email marketing kami.

Strategi Mengelola Data

Nurturing Data
Nurturing data adalah bagaimana kita memproses sebuah data. Banyak bisnis memiliki jumlah database yang sangat besar. Namun, problem umum mereka biasanya adalah mereka belum tahu database itu akan dibuat apa, bagaimana mengelolanya, dan lainnya. Sebuah data jika tidak dikelola tidak akan menjadi sebuah insight, itu hanya akan menjadi tumpukan angka dan huruf yang mungkin tidak memiliki nilai apa-apa di dalam bisnis Anda.

Lalu, bagaimana mengelola sebuah data dalam jumlah cukup banyak seperti 1000 data, 10.000 data, 100.000 data bahkan satu juta data atau lebih. Tentu hal ini tidak bisa dikerjakan secara manual oleh manusia. Anda memerlukan sebuah tools untuk mengerjakan hal tersebut. Seperti di MTARGET kami menyediakan tools Contact Management. Contact Management ini fitur yang dapat membantu user kami untuk mengolah database mereka. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengolah data.

  • Labeling
    Labeling ini adalah memberikan label kepada database yang kita miliki. Label ini bisa Anda gunakan untuk memberikan tanda antara database satu dengan yang lainnya melalui berbagai cara, misalnya label ini bisa kita ambil dari bagaimana aktivitas database tersebut terhadap campaign-campaign yang Anda kirimkan, atau dari bagaimana Anda mendapatkan database tersebut, misalnya database tersebut didapatkan dari pameran, maka Anda bisa memberikan label “pameran” pada database tersebut. Labeling ini berfungsi ketika kita akan menghubungi mereka, kita bisa melakukannya secara personal. Penting untuk melakukan labeling agar komunikasi yang kita bangun dengan mereka bisa lebih personal.

  • Segmentasi
    Segmentasi penting dilakukan dalam sebuah bisnis agar ketika kita ingin melakukan komunikasi dengan database tersebut, kita sudah tahu konten apa yang cocok untuk mereka, produk apa saja yang mereka beli, bagaimana aktivitas mereka pada campaign-campaign Anda sebelumnya, dan lainnya.

Nurturing ini tidak bisa dilakukan dalam satu malam atau dalam waktu singkat, nurturing harus dilakukan secara terus menerus. Nurturing data, labeling, dan segmentasi ini akan membantu Anda untuk lebih relevan terhadap audiens dan customer Anda. Dan relevansi ini penting sekali karena ini adalah kunci untuk kita memiliki strategi pemasaran yang lebih baik lagi dan conversion yang lebih tinggi lagi.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital markeing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia