Tips Agar Email tidak Ditandai Sebagai Spam

Tidak jarang para digital marketer mengalami kasus spam email pada saat melakukan promosi pada calon konsumen. Hal tersebut tentu saja menjengkelkan karena membuat rating email turun drastis.

Spam adalah musuh utama para digital marketer karena jika promosi dianggap spam maka target konsumen tidak akan tercapai. Memang ketatnya proteksi provider email sering membuat kasus tersebut terjadi.

Tidak jarang para digital marketer mengalami kasus spam email pada saat melakukan promosi pada calon konsumen. Hal tersebut tentu saja menjengkelkan karena membuat rating email turun drastis. Spam adalah musuh utama para digital marketer karena jika promosi dianggap spam maka target konsumen tidak akan tercapai. Memang ketatnya proteksi provider email sering membuat kasus tersebut terjadi.

Untuk menghindari terdeteksinya email dalam filter spam, pengirim wajib memperhatikan beberapa hal. Mulai dari subjek, hingga isi konten harus diperhatikan karena dapat membuat sistem filter otomatis provider aktif. Penggunaan terlalu banyak link dan format penulisan email sembarangan sering membuatnya dianggap berbahaya oleh provider. Hal tersebut tentu akan membuat proses promosi terganggu.

Dalam kegiatan digital marketing hal itu disebut dengan bounce. Bounce sendiri terbagi menjadi dua yaitu soft dan hard bounce. Pada pembahasan berikutnya akan dijelaskan bagaimana menghindarinya. Apabila kamu ingin menjadi seorang digital marketer yang sukses, modal awal adalah menghindari terjadinya spam. Jika masalah ini dapat dilalui, langkah berikutnya sebagai marketer akan lebih mudah.

Cara Menghindar dari Filter Spam Email

Ada lima langkah mudah untuk menghindari deteksi filter otomatis provider. Identitas, subjek, isi email, link, dan lampiran dapat menjadi trigger paling sering dalam sebuah sistem keamanan email, berikut penjelasannya.

  • Identitas

Sebagai marketer akan lebih profesional menggunakan identitas personal untuk mempromosikan sebuah produk. Hal ini juga berguna agar sistem keamanan tidak mendeteksi sebagai pesan berbahaya.

  • Subjek

Beberapa pakar internet marketing memiliki pendapat kuat bahwa subjek email menjadi salah satu penyebab sebuah email dikatakan spam. Jadi gunakan subjek jelas dan hindari keyword dengan tendensi malware.

  • Isi Email

Isi dari sebuah email memang bisa bebas sesuai keinginan pengirim. Hindari penggunaan format terlalu kaku agar lolos dari bot filter. Tulis konten email senatural mungkin agar tidak terdeteksi sebagai spam email.

  • Link

Menambahkan tautan pada sebuah email adalah langkah tepat demi mencari rating. Namun jumlah tautan jangan sampai terlalu banyak. Maksimal dalam satu email adalah satu buah link saja agar mudah melewati filter.

  • Lampiran

Memberikan lampiran seperti gambar memang menjadi langkah tepat untuk menarik perhatian pembaca. Usahakan ukuran gambar tidak lebih dari 2.5 mb agar tidak terdeteksi sebagai malware.

Dengan menerapkan lima langkah tersebut kamu bisa dengan mudah melewati filter dalam setiap pengiriman pesan. Penambahan otentikasi captcha juga dapat dilakukan agar terhindar dari tuduhan malware.

Pentingnya Identitas untuk Menghindari Spam Email Filter

Salah satu teknologi terbaru dalam pengenalan spam sebuah email adalah identitas pengirim. Apabila kamu menggunakan identitas yang tidak dikenali maka besar kemungkinan email langsung dicap sebagai spam. Ini merupakan bentuk pencegahan pertama yang dilakukan oleh pihak provider agar pengguna layanan dapat terjauh dari tindakan kriminal. Praktek pengiriman pesan anonim memang cukup berbahaya.

Bahkan berdampak secara langsung pada email marketing. Oleh karena itu, jika kamu adalah marketer legit, selalu gunakan identitas jelas. Selain terlihat profesional langkah ini berguna agar provider surat elektronik memberikan whitelist. Setelah itu, kamu juga perlu mencantumkan identitas jelas pada subjek dan bagian akhir email. Tujuannya adalah menjaga agar penerima tidak menganggap pesan tersebut sebuah scam dari pihak tidak bertanggung jawab.

Memang, identitas dalam sebuah pengiriman pesan perlu diperhatikan agar tidak terjadi bouncing. Penerima yang langsung menghapus pesan karena tidak memiliki identitas jelas disebut hard bounce. Sedangkan penerima yang memberikan filter manual sebagai spam pada pesan adalah bentuk soft bounce. Sebagai seorang digital marketer, kamu tentunya tidak ingin mengalami bouncing saat melakukan pemasaran.

Oleh karena itu, selalu perhatikan detail kecil dalam pengiriman agar pesan sukses diterima target. Setelah mempelajari beberapa hal tadi semoga kamu bisa lolos filter spam email secara mudah.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M) Edt (P.J)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia