Tahap-tahap Email Marketing Funnel

Email marketing funnel adalah representasi tentang bagaimana seseorang beralih dari lead menjadi pelanggan dengan menggunakan taktik email marketing (penjelasan lengkap mengenai pengertian email marketing funnel dapat dibaca di sini). Ada beberapa tahapan email marketing funnel sehingga email marketing dapat menjadi taktik yang efisien untuk dilakukan para pebisnis. Lalu, apa saja tahap-tahap dari email marketing funnel?

  1. Bangun Daftar Kontak Email
    Sebelum berbicara tentang cara menggunakan email marketing funnel, ada baiknya untuk menangani daftar kontak email terlebih dahulu. Membangun daftar kontak email adalah satu bagian dari email marketing funnel yang tidak benar-benar melibatkan email marketing. Ada banyak cara untuk membangun daftar kontak email. Anda dapat menggunakan form opt-in di situs web perusahaan, sosial media, landing page, membagikan e-book gratis, atau dengan mengadakan event lalu meminta data dari para peserta.

  2. Nurture Lead
    Pikirkan funnel sebagai peluang untuk memelihara lead Anda. Sebagian besar orang yang dikirimi email selama tahap ini cenderung baru di daftar kontak email Anda. Ada banyak taktik yang bisa digunakan dengan email marketing funnel untuk mempertahankan pelanggan, salah satunya dengan mengirimkan welcome email. Welcome email merupakan email otomatis yang langsung terkirim jika ada seseorang yang subscribe ke daftar email Anda.

    Tahap nurture bukan hanya tentang menyambut orang-orang dengan email marketing. Satu email selamat datang tidak bisa memberikan petunjuk yang pasti, oleh sebab itu akan ada lebih banyak pekerjaan sebelum akhirnya orang-orang melakukan pembelian. Di sinilah pendekatan marketing dengan konten dimulai. Seseorang tidak harus melakukan pembelian setelah welcome email. Tetapi jika Anda menyediakan waktu untuk membuat dan membagikan konten, rasa percaya akan tumbuh perlahan.

  3. Konversi
    Anda mungkin berpikir funnel berakhir saat penjualan sudah dilakukan, namun sebenarnya funnel akan semakin menyempit. Bisnis yang baik adalah yang menarik banyak pelanggan dan membuat pelanggan kembali. Anda dapat menggunakan email marketing channel untuk membantu mempertahankan pelanggan. Akan ada lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan penjualan pada pelanggan yang sudah ada, tetapi di tahap ini lebih berkaitan dengan pengiriman konten yang ditargetkan. Sehingga pelanggan dapat mendapatkan segala yang terbaik dan sesuai dari produk Anda.

  4. Otomatiskan Campaign
    Kelola semua email dan pastikan bahwa dapat menjangkau orang yang tepat mungkin akan menjadi pekerjaan yang agak sulit. Berita baiknya, sebagian besar pekerjaan dapat diotomatiskan untuk mengatur bagian funnel. Menggunakan marketing automation tool seperti MTARGET dapat menjadi satu cara efektif yang bisa digunakan. MTARGET dapat membuat automated workflow yang simpel untuk Anda. Dimulai dengan trigger, kemudian action lalu response. MTARGET menyediakan free trial selama 14 hari sehingga Anda dapat mencoba fitur MTARGET secara cuma-cuma sebelum memulai berlangganan.

Dimulai dengan membangun daftar kontak email, nurture lead, konversi, hingga otomatiskan semuanya adalah tahap-tahap yang sebaiknya dilakukan jika Anda ingin mulai menggunakan email marketing secara keseluruhan untuk mencapai tujuan marketing Anda.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(H.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia