Strategi Social Media Marketing yang Baik

Social media marketing merupakan bentuk dari internet marketing yang dapat digunakan untuk membuat dan membagikan konten di sosial media, dengan tujuan meraih pasar dan branding. Social media marketing dapat meliputi aktivitas berupa posting dengan tulisan atau gambar, video, dan konten lainnya untuk menarik engagement. Lalu, bagaimana strategi social media marketing yang baik untuk Anda sebagai marketer?

  1. Memahami Audiens Anda
    Sebelum Anda terjun ke detail taktis dan praktis dari rencana sosial media, penting bagi Anda untuk meluangkan waktu memahami audiens. Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? Cara-cara seperti apa yang bisa dilakukan untuk memahami audiens Anda?
  • Bangun Persona
    Untuk memahami audiens, buat persona yang mewakili berbagai jenis orang di audiens Anda. Seringkali, informasi ini tersedia dari pekerjaan yang telah dilakukan untuk segmen dan target audiens di marketing channel Anda yang lain. Anda dapat memeriksa kembali apakah kepribadian tersebut nantinya sama dan mewakili audiens yang akan ditemui di sosial media.
  1. Tetapkan Tujuan untuk Customer Lifecycle
    Seperti halnya strategi marketing lainnya, penting untuk memulai dengan menentukan tujuan Anda. Untuk melakukan ini, kami sarankan mengidentifikasi tujuan dari social media marketing Anda untuk setiap tahap customer lifecycle. Ada enam tahap customer lifecycle yaitu:
  • Awareness: Di tahap inilah branding yang baik, peringkat tinggi di search engine, dan kehadiran sosial media yang kuat akan sangat berarti.
  • Engangement: Pembeli pada fase ini telah menunjukkan minat pada perusahaan Anda dan merupakan pelanggan potensial.
  • Pembelian: Pada tahap ini, pembeli sudah siap untuk membeli dari bisnis Anda, jadi tugas Anda adalah membuat prosesnya nyaman bagi mereka.
  • Retensi: Menciptakan kepercayaan, hubungan jangka panjang dengan pelanggan Anda adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan pendapatan.
  • Growth: Marketing tidak berakhir setelah penjualan. Terus memberikan nilai kepada pelanggan Anda dengan mengidentifikasi peluang crosssell dan upsell.
  • Advocacy: Mengubah pelanggan setia Anda menjadi advokat dapat memperluas jangkauan Anda dengan mengakses jaringan mereka untuk mempromosikan brand Anda.
  1. Membuat Konten untuk Sosial Media
    Konten tidak hanya perlu menawarkan nilai tetapi memenuhi harapan audiens. Jika Anda ingin menumbuhkan kehadiran sosial media dan mencapai tujuan yang berbeda, Anda perlu membuat konten yang memetakan ke setiap tahap customer lifecycle dan menyelaraskan dengan harapan pembeli Anda di setiap channel sosial yang ada.
  • Definisikan Style Menulis untuk Sosial Media
    Sebaiknya konten memiliki persona yang sesuai dengan target audiens Anda, juga sesuai dengan customer lifecycle. Harus ada pemahaman yang kuat tentang isi, gaya, dan strategi pengiriman apa yang digunakan bagi setiap target audiens.
  • Membuat Konten yang Bervariasi
    Agar audiens tetap terlibat, pastikan membuat konten yang akan membantu untuk mencapai tujuan dan sasaran Anda di sosial media. Konten dapat memiliki banyak bentuk, bergantung pada platform yang dipilih untuk membuat audiens terlibat. Pastikan memiliki konten yang bervariasi seperti: ebook, postingan blog, infografis, foto dan video, podcast.

Itulah strategi yang dapat Anda lakukan sebelum memulai menggunakan social media marketing sebagai sarana pembantu bisnis Anda. Adakah yang kami lewatkan? Berikan komentar di bawah.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(H.A)


MTARGET

MTARGET

We build email system with AI