Strategi Content Marketing untuk B2B

Strategi content marketing merupakan hal yang harus Anda pikirkan sejak awal. Perencanaan ini akan membantu Anda dalam langkah apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai goals Anda. Jika tidak diukur dan direncanakan Anda bisa saja terjebak di dalam kegiatan marketing tanpa hasil.

Sebagai B2B tentu saja competitor merupakan hal yang harus diperhatikan. Jika Anda tidak memperhatikannya dan menyusun strategi untuk melakukan marketing, Anda akan tertinggal. Worst case scenarionya adalah Anda kehilangan prospek karena hal tersebut diambil oleh competitor Anda

Sebelum terlambat, rencanakan strateginya sekarang. Lalu bagaimana cara memulainya? Berikut ini cara mengawali strategi content marketing untuk perusahaan B2B.

Set Goals

Apa tujuan Anda menerapkan content marketing? Tentukanlah sejak awal. Karena hal ini langkah harus Anda tuju lebih jelas.

Dalam content marketing, goals terbagi menjadi tiga. Di antaranya memperkenalkan brand, menghasilkan leads, serta memperoleh konversi.

Setiap tujuan membutuhkan tipe konten yang berbeda. Bahkan, membutuhkan channel berbeda untuk mencapainya. Tujuan ini harus lebih spesifik. Kemudian terukur, dapat dicapai, relevan dan tepat waktu.

Create Buyer Personas

Ini merupakan representasi dari pembeli ideal dari bisnis B2B. Maksudnya, pembeli inilah yang sebenarnya Anda targetkan.

Bagaimana cara menentukannya? Awali dengan riset pasar untuk menemukan klien yang spesifik. Selanjutnya, identifikasi tentang apa yang diinginkan oleh klien tersebut.

Anda dapat memahaminya dengan bertanya langsung pada klien dalam berbagai cara. Jika sudah, pastikan bahwa Anda memang dapat membantunya. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan kepercayaan dari klien sehingga muncullah brand awareness.

Diving Into Content Ideas

Galilah topik lebih mendalam. Tentu saja fokus utamanya adalah memecahkan masalah yang dihadapi klien. Sebaliknya, hindari bahasan yang keluar dari topik. Karena ini hanya akan membuang banyak waktu.

Dari diskusi bersama tim ini, Anda cukup mengumpulkan list tentang sejumlah kendala utama. Kemudian pastikan untuk menentukan sudut pandang berbeda dalam pembuatan kontennya.

Alasannya, keunikan konten ini akan membedakan dengan competitor. Bahkan ini bisa menjadi konten unggulan yang akan membuat klien lebih tertarik kepada Anda dibandingkan competitor Anda.

Keyword Surfing

Memiliki ide konten yang bernilai saja belum cukup dalam strategi content marketing. Anda masih perlu memvalidasinya.

Validasi topik ini ditujukan supaya konten tidak sia-sia. Contohnya, konten tersebut nyatanya tidak memiliki pencarian sama sekali.

Agar tidak sia-sia, riset keyword yang banyak diketik user di Google merupakan jalan terbaik. Anda dapat memaksimalkan dengan surfing di Google. Atau Anda juga bisa menggunakan layanan gratis atau berbayar untuk pencarian keyword.

Kumpulkan keyword yang sesuai dengan topik. Kemudian, buat secara urut berdasarkan kemiripan, volume pencarian, hingga tingkat persaingannya. Bisa juga membedakan antara kata kunci pendek dan panjang.

Use Topic Cluster

Dalam penerapan strategi content marketing, Anda juga perlu mengelompokkan konten sesuai relevansi. Tentunya dengan menetapkan konten mana yang diunggulkan serta yang dijadikan sebagai pendukung.

Sederhananya, Anda perlu menciptakan konten pilar yang mengulas informasi lebih luas dan umum. Biasanya ini dibuat dalam bentuk halaman khusus.

Kemudian Anda dapat melengkapinya dengan artikel dengan bahasan lebih spesifik namun relevan dengan konten pilar. Nantinya, konten ini dikaitkan dengan konten pilar atau sebaliknya agar user bisa menggali informasi lebih dalam.

Tipe kontennya bisa disesuaikan sendiri. Misalnya apakah berupa teks, video, maupun audio.

Content Promotion

Ketatnya persaingan membuat konten terkadang sulit ditemukan. Oleh karenanya mempromosikan apa yang Anda kerjakan menjadi sebuah keharusan.

Promosi ini dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya membagikannya ke berbagai platform media sosial, hingga memaksimalkan media periklanan Google atau semacamnya.

Untuk memastikan berhasil tidaknya strategi ini, lakukan pelacakan promosi. Pelacakan memungkinkan Anda dapat mengenali kinerjanya. Jika hasilnya kurang bagus, Anda akan mengetahui letak permasalahannya. Dengan begitu, Anda lebih mudah untuk memperbaikinya. Contohnya dengan update konten yang lebih fresh dan teroptimasi.

Kesimpulannya, strategi content marketing akan berjalan dengan baik dan efektif jika terencana sedari awal. Sebaliknya bila tidak dipersiapkan, risikonya ialah mengulang pekerjaan yang akan menyita banyak waktu.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(N.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia