Perbedaan Sales dan Marketing

Saat ini masih banyak dari kita yang belum tahu dengan pasti apa itu perbedaan sales dan marketing. Padahal kedua hal tersebut jelas berbeda. Penting untuk kita mengetahui perbedaan keduanya, karena tak jarang yang seharusnya kita melakukan kegiatan marketing, tapi jadinya melakukan kegiatan sales, dan ketika seharusnya kita berjualan atau menawarkan solusi yang kita miliki, justru cenderung untuk melakukan promosi atau kegiatan marketing.

Secara umum marketing adalah promosi, sedangkan sales adalah yang berjualan. Namun, mari kita lihat lebih jauh, marketing adalah semua kegiatan, tindakan untuk memberitahukan kepada audiens atau calon klien bahwa kita memiliki solusi dan bisa kita lakukan. Sedangkan sales adalah orang-orang yang mencoba melihat antara problem yang dihadapi oleh user dan solusi yang kita punya itu bisa match, sehingga terjadilah transaksi jual beli, atau biasanya di MTARGET kita biasanya bilang terjadilah kontribusi.

Kontribusi di sini artinya kita berkontribusi terhadap problem orang tersebut, membawa solusi, sehingga mereka memberikan justifikasi. Justifikasi di sini ada dua, ada secara material dan justifikasi secara moral, yaitu referal ketika mereka berbicara hal yang positif terhadap brand yang kita miliki.

Walaupun sales dan marketing merupakan dua kegiatan yang berbeda, namun sebenarnya ada satu kesamaan di dalamnya, yaitu funnelnya sama. Dari awareness sampai akhirnya orang convert, sampai akhirnya mereka retain balik lagi dan sampai referal, mereka bisa menjadi user advocate kita. Funnel tersebut ada tiga, yaitu Top of Funnel (TOFU), Middle of Funnel (MOFU), Bottom of Funnel (BOFU).

Dulu, kegiatan marketing tradisional hanya sampai pada TOFU, dan dari MOFU dan BOFU itu adalah kegiatannya sales. Mangkanya, tidak heran dari generasi yang sebelumnya bahwa marketing adalah tindakan menghabiskan uang, karena KPI-nya adalah awareness, bagaimana cara brand kita diketahui seluas-luasnya.

Sedangkan di kegiatan marketing modern saat ini atau digital marketing, dari TOFU, MOFU bahkan BOFU itu bisa solve di area marketing. Saat ini ada CRM marketing di mana para marketing bertanggung jawab juga terhadap performance sales. Dengan adanya CRM marketing ini, peran sales ini adalah ketika bertemu dengan customer atau calon klien yang perlu integrasi lebih dalam, misalnya untuk mendiskusikan problem-problem yang customer hadapi, tentunya hal tersebut memerlukan orang untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Bagaimana cara sales dan marketing bekerja sama dengan baik? Caranya adalah di hybrid. Ini yang MTARGET selalu bagikan, bahwa saat ini setiap orang marketing karena KPI-nya pasti angka, mereka perlu untuk berpikir dengan cara bagaimana seorang sales berpikir. Demikian juga, saat ini seorang sales harus tahu teknik-teknik yang dilakukan dalam kegiatan marketing. Seperti lead generating, bagaimana cara mengumpulkan list klien tanpa membeli database, tapi benar-benar yang bisa mereka dapatkan dari kegiatan-kegiatan marketing.

Baca Juga

Di MTARGETsendiri, para sales atau biasanya kami sebut dengan customer solution pun melakukan kegiatan marketing secara inbound. Sehingga leads yang mereka dapatkan adalah secara mandiri. Begitu juga dengan tim growth atau marketing, kami berpikir secara sales. Itulah hal yang saat ini bisa kita hybrid antara tim marketing dan tim sales. Karena pada akhirnya kegiatan marketing yang tidak memiliki KPI yang angka, itu adalah kegiatan marketing yang sia-sia. Demikian juga ketika melakukan kegiatan sales tanpa mengindahkan solusi apa yang kita bawa untuk audiens kita, tanpa tim sales bisa memahami bagaimana mereka memiliki lead generating yang baik, tentu itu juga akan menjadi sia-sia. Tips dari kami adalah, gabungkan hybrid tim marketing dan tim sales Anda dalam satu tools.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia