Perbedaan Content Marketing B2B dan B2C

Banyak yang merasa sulit untuk memahami perbedaan mendalam dari content marketing B2B vs B2C. Banyak marketer yang membahas tentang konten yang tepat dan tentang bagaimana proses mempromosikannya. Tidak ada yang salah dengan ini. Sebenarnya, ini adalah bagian yang disambut baik dari proses kreativitas dan ide.

Apa yang banyak orang gagal sadari adalah bahwa marketing bukan hanya memasarkan. Dan terdapat segmentasi industri yang berbeda di dalamnya, berikut ini alasan mengapa content marketing B2B dan B2C itu penting.

Apa itu B2C Marketing?

B2C, atau business-to-consumer, adalah pemasaran produk dan layanan terhadap individu/restoran yang memasarkan makanan, reputasi, dan suasana mereka, misalnya.

Apa itu B2B Marketing?

B2B, atau business-to-business, adalah pemasaran produk dan layanan terhadap bisnis lain. Ini bisa menjadi pemasok telepon yang memasarkan penawaran mereka untuk lingkungan kantor.

Meskipun berbagi beberapa kesamaan, baik content marketing B2B dan B2C hadir dengan serangkaian strategi dan tantangan unik mereka sendiri. Content marketing di kedua area perlu menghubungkan brand dengan pelanggan melalui kekuatan storytelling, tetapi cara penyampaian pesan dan taktik yang digunakan untuk membagikannya sama dapat dibedakan seperti konten itu sendiri.

Semuanya ada dalam strategi

Perbedaan antara content marketing dalam B2B dan B2C menjadi lebih jelas ketika Anda menetapkan tujuan dan sasaran dalam marketing.

Ini masuk akal karena audiens Anda harus dengan jelas. Ini berarti pada tingkat dasar, content marketing B2B dan B2C akan mendekati strategi konten mereka dengan cara yang berbeda secara fundamental. B2B marketer memiliki banyak pengetahuan industri yang mereka miliki – Mungkin itulah sebabnya 85 persen content marketer B2B menggunakan konten untuk membangun brand mereka.

B2B vs B2C content marketing

Bisnis dan konsumen membuat keputusan pembelian mereka secara berbeda, dan ini berdampak pada pembuatan konten. Semuanya bermuara pada ini: konten B2B harus menginformasikan dan mendidik, dan konten B2C harus menggairahkan dan menginspirasi.

Selain itu, pemilihan channel marketing juga berdampak pada strategi content marketing keduanya.

B2C marketer memiliki cakupan peluang potensial yang luas untuk menjangkau calon pelanggan. Begitu banyak percakapan content marketing berpusat pada ruang B2C dan ini mungkin karena distribusi marketing yang lebih tradisional, yang berfokus pada Facebook, YouTube, Instagram, Pinterest, dan blog. Itu tidak berarti bahwa peluang distribusi untuk pemasar B2B kurang. Paket distribusi B2B khas Anda mungkin termasuk blog dan situs web perusahaan, blog tamu, LinkedIn, SlideShare, dan YouTube.

Ini adalah saluran berharga dalam hak mereka sendiri. LinkedIn Sponsored Updates misalnya, memberi peluang kepada B2B content marketer untuk menyampaikan pesan mereka di depan audiens bisnis yang sangat bertarget.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia