Perbedaan Barcode dengan QR Code

Saat ini, semua orang sudah familiar dengan barcode atau kode hitam putih yang menampilkan serangkaian garis paralel untuk dipindai di kasir. Sama halnya dengan QR Code yang juga sudah dikenal oleh hampir sebagian besar orang. Baik barcode dan QR code menyimpan informasi tentang suatu barang atau produk dalam format yang dapat dibaca mesin. Barcode dan QR code dapat dengan mudah dipindai dengan alat pemindai atau bisa juga melalui smartphone.

Lalu sebenarnya, apa itu barcode? Barcode adalah kode kecil dua dimensi yang menampilkan serangkaian garis dan spasi, berupa ruang putih dengan ukuran berbeda dengan garis hitam yang juga memiliki ketebalan berbeda. Jenis barcode paling dasar dikenal sebagai barcode 1D (satu dimensi), dan sudah ada sejak 1974. Barcode dapat menyimpan informasi berbasis teks, seperti jenis, ukuran, dan warna suatu produk. Barcode secara luas diakui oleh konsumen sebagai kode yang dipindai selama pembelian produk.

Sedangkan Quick Response (QR) Code pertama kali dibuat untuk industri otomotif di Jepang pada tahun 1994. QR code adalah barcode dengan dua dimensi atau dikenal sebagai kode matriks. QR code memiliki kemampuan yang dapat memuat data lebih besar bila dibandingkan dengan barcode yang sering dijumpai di setiap produk yang kita beli. QR code juga dapat memuat data secara vertikal dan horizontal, dengan ruang penyimpanan data yang lebih banyak jika dibandingkan dengan barcode. Cara kerja dari QR code juga lebih sederhana bila dibandingkan dengan barcode, QR code dapat dipindai tidak hanya melalui alat pemindai, namun juga bisa menggunakan smartphone.


Barcode dan QR Code adalah dua kode yang sama-sama penting dan memiliki fungsi hampir serupa. Hanya saja, QR Code diperuntukkan bagi data berkapasitas besar, sedangkan barcode untuk data yang lebih kecil. Mudahnya, QR code mampu menampung hingga ratusan kali lipat data yang tersimpan pada barcode. Dari segi bentuk, QR code berbeda dari barcode yang biasanya berbentuk batang-batang lurus yang tidak beraturan lebarnya. QR code berbentuk persegi empat, dengan tiga kotak kecil berwarna hitam di ketiga ujungnya.

Baca Juga

MTARGET kini menyediakan fitur Barcode dan QR Code di komponen Page dan Email Marketing. Fitur Barcode dapat Anda tambahkan untuk memberikan informasi atau data khusus dalam page. Misalnya untuk memberikan data mengenai suatu produk secara lengkap. Data dapat ditambahkan kemudian diubah menjadi Barcode yang dapat di scan oleh pelanggan melalui smartphone. Sedangkan fitur QR Code di MTARGET berfungsi untuk mengarahkan pelanggan dari page menuju halaman link tertentu yang sudah Anda atur, misalnya halaman pendaftaran event. Untuk tutorial penggunaan fitur Barcode dan QR Code MTARGET, Anda bisa mengaksesnya di sini.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(H.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia