Pentingnya Menjaga Reputasi Domain

Open rate dan CTR email marketing kamu selalu rendah, bahkan selalu turun performanya? Hal ini bisa terjadi karena beberapa masalah, dari sisi konten misalnya. Bisa jadi konten email kamu kurang menarik sehingga audiens enggan membuka email yang kamu kirim, atau bisa juga terjadi karena pengiriman yang buruk. Pengiriman yang buruk ini bisa terjadi ketika reputasi domain sender kamu kurang bagus.

Jika hal ini terjadi pada kamu, segera perbarui reputasi domain kamu agar campaign yang kamu kirimkan sampai kepada audiens, dan mereka tertarik untuk melakukan action. Berikut ini beberapa alasan mengapa reputasi domain bisa buruk:

Alasan Reputasi Domain Buruk

Leads Prospek Berkualitas Rendah

Sebelum mengirimkan campaign kepada audiens, pastikan terlebih dahulu bahwa leads tersebut merupakan audiens yang berkualitas bagus dan mereka bersedia menerima campaign dari kamu. Pastika pula bahwa daftar email audiens kamu masih aktif dan valid, agar email terhindar dari bounce. Karena ketika jika hal tersebut terjadi akan berdampak pada reputasi domain kamu. Semakin tinggi tingkat bounce email yang kamu terima, maka semakin tinggi sender kamu ditandai sebagai spam.

Segmentasi yang Buruk

Setelah memastikan database yang kamu miliki berkualitas, tahap selanjutnya adalah segmentasikan database tersebut berdasarkan interest, behavior, dan sebagainya yang mengarah kepada audiens tersebut. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mengirimkan campaign yang lebih relevan untuk audiens.

Jika kamu tidak melakukan segmentasi dengan baik, dan mengirimkan campaign tidak dipersonalisasi, kemungkinan besar hal tersebut akan berdampak pada deliverability email campaign kamu dan akan berakibat juga pada reputasi domain sender email tersebut. Jadi, pastikan segmentasi dilakukan dengan baik ya rekan marketer :).

Content Email yang berisi Spam dan Tidak Personal

Setiap email dipindai oleh filter spam sebelum sampai ke kotak masuk penerima. Jika isi pesan terlihat mengkhawatirkan (misalnya, berisi kata-kata yang terlalu sering digunakan oleh spammer), filter spam mengarahkan email tersebut ke folder SPAM. Terutama jika mereka memperhatikan bahwa email yang sama persis dikirim ke ratusan alamat email.

Periksa konten kamu dengan daftar kata-kata SPAM, jangan lupa untuk mengeditnya sesekali. Selain itu, perhatikan pula kata-kata personalisasi pada email marketing, karena penerima email cenderung akan tertarik untuk membuka email yang personal dan sesuai dengan keinginan mereka. Jika tidak relevan dan tidak personal, kemungkinan email tersebut tidak menarik audiens pembaca.

Frekuensi Pengiriman Email yang Tidak Stabil

Selain konten, frekuensi pengiriman email pun bisa menjadi salah satu pemicu reputasi domain, lho. Kenapa? Karena ketika kamu mengirimkan email dalam jumlah banyak dan frekuensinya terlalu sering dan tidak stabil, hal tersebut bisa dideteksi oleh ESP dan terdeteksi sebagai spammer. Hindari pengiriman campaign yang berlangsung berdekatan dalam jumlah banyak, perhatikan jadwal pengiriman campaign, agar domain kamu tidak ditandai sebagai domain yang buruk.

Bagaimana Cara Mengetahui Jika Reputasi Domain Kita Buruk?

Analisis campaign dan identifikasi alasan dibalik deliverability yang rendah:

  • Periksa pengaturan teknis: SPF, DKIM. Untuk tujuan itu, kamu dapat menggunakan Mail-Tester. Jika belum disiapkan, perbarui setelan tersebut.
  • Periksa usia domain.
  • Analisis isi pesan untuk kata-kata SPAM dan personalisasi.

Sekarang setelah kamu mengidentifikasi alasan mengapa reputasi domain kamu buruk, kini saatnya untuk kamu untuk memulihkannya.

Proses Pemulihan Reputasi Domain

  • Jeda semua campaign yang sedang berjalan. Tunda campaign sampai kamu mengetahui apa yang secara negatif mempengaruhi kemampuan pengiriman emailmu.
  • Kirim beberapa pesan yang dipersonalisasi secara manual. Pastikan pesan kamu unik dan dipersonalisasi. Ingatlah bahwa mengirim semua pesan ke domain yang sama tidak akan membantu. Pilih alamat di penyedia email yang berbeda. Kamu dapat mengatur akun gratis di beberapa penyedia email di antaranya dan menggunakannya kapan saja kamu perlu memeriksa deliverability emailmu.
  • Mintalah pembaca untuk melaporkan email sebagai bukan SPAM. Penerima email kamu mungkin menyebutkan bahwa mereka tidak dapat menemukan email kamu di primary mereka. Minta mereka untuk memeriksa folder spam atau email sampah mereka, karena kemungkinan besar pesan tersebut mendarat di sana. Jika demikian, minta penerima untuk melaporkan email secara manual sebagai bukan spam. Bagaimana? Cari tombol seperti "Report not spam" (di Gmail) atau "It's not junk" (Outlook).
  • Lakukan percakapan email yang alami. Lanjutkan proses ini selama beberapa minggu. Selanjutnya, periksa kembali reputasi domain kamu untuk melihat apakah sudah membaik. Jika perlu, lanjutkan prosesnya.

Proses pemulihan reputasi domain sangat mirip dengan proses pemanasan domain. Perbedaannya adalah dibutuhkan sedikit lebih banyak waktu dan usaha karena titik awal kamu adalah reputasi negatif, bukan netral. Proses pemulihan membutuhkan lebih banyak usaha dari kamu. Identifikasi alasan mengapa reputasi domain kamu rusak dan hindari praktik pengiriman yang buruk di masa mendatang.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia