Marketplace Vs E-commerce: Mana yang Lebih Baik?

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak bukan? Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang memudahkan kita untuk berbelanja ataupun menjual barang secara online. Tapi menurut Anda, apakah Tokopedia termasuk di marketplace atau e-commerce? Masih banyak orang yang masih keliru dalam mengartikan marketplace dan juga e-commerce. Meskipun sama-sama bertujuan untuk menjual barang secara online, tapi kemasan marketplace ataupun e-commerce sangatlah berbeda.

Anda berencana untuk berjualan secara online tapi masih bingung memilih platform marketplace atau e-commerce untuk berjualan? Berikut adalah jawabannya.

Apa itu Marketplace dan E-commerce?
Marketplace adalah sebuah situs web yang mampu memfasilitasi orang-orang dalam berbelanja secara online dengan banyaknya pilihan selayaknya pasar yang memiliki berbagai macam produk dan berbagai macam penjual. Seperti yang ada di Indonesia saat ini, Tokopedia, Bukalapak adalah contoh marketplace. Dimana Anda dapat melihat banyak penjual dan berbagai macam produk ada disana. Pada dasarnya, marketplace hampir sama dengan pasar tradisional. Hanya saja marketplace ada pada ranah online.

Berbeda dengan marketplace, e-commerce lebih berfokus menjual produk di brand itu sendiri. Sehingga Anda tidak akan menemukan penjual lain dalam satu website tersebut. Biasanya suatu brand membuat website sendiri karena banyak produk yang mereka miliki sehingga memerlukan space lebih dan juga lebih mudah membuat tampilan website sesuai dengan apa yang diinginkan. Salah satu e-commerce tertua yang ada di Indonesia adalah Bhinneka.com yang telah muncul sejak tahun 1996 hingga sekarang.

Apa Perbedaan Marketplace dan E-commerce?
Hal paling mencolok yang membedakan marketplace dan e-commerce adalah kemasannya. Dimana di marketplace, Anda dapat menemukan banyak produk, mulai dari elektronik, fashion, gadget di penjual yang berbeda-beda. Sedangkan di e-commerce, Anda juga tetap menemukan berbagai macam produk tapi hanya dari satu penjual. Itu adalah sekilas pandang dari pandangan kita tentang marketplace dan e-commerce. Berikut adalah perbedaannya:

  1. Pendekatan Marketing
    Dalam mendapatkan pelanggan, marketplace dan e-commerce memiliki cara yang berbeda. Umumnya, e-commerce sangat bergantung sekali pada traffic website dan bagaimana pelanggan dapat menemukan website nya agar terjadi transaksi. Sedangkan di marketplace, Anda tidak perlu melakukannya karena umumnya website e-commerce yang digunakan memiliki banyak merchant sehingga, tidak perlu repot-repot tentang traffic. Yang perlu Anda perhatikan dalam marketplace adalah bagaimana toko online yang dibuat, dapat meyakinkan pelanggan untuk membeli.
Baca Juga
  1. Waktu dan Uang
    Menyiapkan toko online, akan lebih mudah menggunakan marketplace daripada jika Anda menggunakan e-commerce. Mengapa? Untuk membangun website e-commerce tentu memiliki waktu yang sangat lama karena Anda perlu membangun website dari 0 dan tentunya tidak semudah yang Anda pikirkan. Karena e-commerce juga memerlukan desain yang menarik agar pelanggan semakin tertarik untuk membeli produk yang dijual atau merancang bagaimana agar pelanggan tertarik untuk membeli kedua kalinya. Belum lagi pada aspek maintence, situs e-commerce suatu waktu akan memerlukan pemeliharaan agar website yang digunakan tetap optimal. Untuk membuat sebuah website sendiri juga tidak murah, karena Anda pasti memerlukan server, membeli domain dan lain-lainnya.


    Berbeda dengan marketplace, e-commerce memberikan cara yang lebih mudah dalam Anda menyiapkan toko online. Anda hanya akan perlu mendaftar, lalu akun telah siap digunakan untuk jual beli. Ditambah, marketplace tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

  2. Pilihan yang Lebih Kompleks
    Dalam marketplace, Anda mungkin telah melihat dimana produk dapat dipamerkan pada halaman utama lapak atau dengan pengkategorian produk masing-masing. Sedangkan di e-commerce, Anda dapat lebih leluasa dalam menentukan pengkategorian produk atau dalam menentukan pencarian produk, mengingat e-commerce menggunakan website Anda sendiri. Jadi, pasti akan lebih mudah untuk menentukan pengkategorian produk dan juga katalog produk akan lebih kompleks karena tidak ada batasannya.

  3. Menarik Perhatian Pelanggan
    Untuk menarik perhatian agar orang-orang mau berkunjung di toko online Anda, e-commerce dan marketplace memiliki cara yang berbeda. Marketplace merupakan pilihan yang lebih mudah dalam menarik perhatian pelanggan, karena marketplace memiliki banyak penjual di dalamnya dan telah dikategorikan dengan masing-masing produk yang ingin dijualnya. Sehingga, yang perlu Anda lakukan adalah membuat toko online Anda dapat bersinar dibandingkan toko-toko yang lain. Bagaimana caranya? Dengan mendapatkan review yang baik.

Bagaimana? Anda sudah memutuskan untuk menggunakan platform yang mana? Baik menggunakan e-commerce ataupun marketplace, sama-sama baik. Hanya Anda perlu memaksimalkan sesuai dengan kapasitasnya, atau justru Anda ingin menggunakan kedua platform tersebut secara bersamaan? Tentu bisa. Selama Anda mampu untuk menarik perhatian orang-orang untuk membeli dan juga kualitas produk yang terus terjaga, bukan tidak mungkin apabila menggunakan kedua hal tersebut. Selamat mencoba!

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia