5 Landing Page Metrics yang Perlu Anda Perhatikan

Untuk mengetahui kinerja sebuah landing page dalam tujuannya membantu peningkatan bisnis, ada beberapa indikator yang perlu Anda perhatikan. Indikator-indikator itu biasa disebut sebagai landing page metrics, yang masing-masingnya memiliki kriteria penilaian khusus. Berikut akan kami berikan panduan untuk Anda agar dapat menilai apakah landing page yang Anda miliki telah berfungsi dengan baik atau belum.

1. Conversion Rate

Conversion rate merupakan persentase jumlah kunjungan, pengisian form, dan klik CTA button yang ada di landing page Anda. Anda dapat mengukur conversion rate dengan cara membagi jumlah konversi (tindakan pengunjung) dengan total kunjungan yang Anda dapat, kemudian kalikan hasilnya dengan 100 agar menjadi bentuk persentase.

Secara umum, semakin tinggi tingkat conversion rate berarti semakin baik kinerja landing page itu. Rata-rata tingkat conversion rate mencapai 2,35% dengan nilai teratasnya sebagai berikut:

  • 25% situs teratas memiliki tingkat konversi di atas 5,3%.
  • 10% situs teratas memiliki tingkat konversi di atas 11,4%.

Conversion rate membantu Anda mempelajari tentang apa yang berhasil dan tidak dalam landing page Anda. Mengenai apa yang membawa orang sampai ke halaman itu? Tindakan apa yang mereka ambil? Mengapa mereka memutuskan pergi tanpa memberi tindakan apa pun?

Ini pada akhirnya akan menuntun Anda ke solusi peningkatan dan perbaikan landing page itu.

2. Pageview

Apa langkah pertama yang harus Anda lakukan agar orang mau convert ke bisnis Anda atau bahkan sekadar mempelajari lebih lanjut perihal produk-produk yang Anda tawarkan? Adalah membuat orang melihat penawaran Anda terlebih dahulu. Sebab, bagaimana orang bisa tertarik kalau tidak pernah tahu atau melihat, bukan?

Maka sudah pasti penting untuk Anda mengetahui jumlah pageview yang situs Anda dapatkan dalam periode waktu tertentu. Data ini akan membantu Anda menyusun strategi peningkatan ke depannya. Anda bisa melihat, misalnya jika orang lebih banyak berkunjung di jam pagi, di akhir pekan, atau di klasifikasi konten tertentu.

3. Average Time on Page

Saat Anda menemukan situs yang menarik minat Anda, pasti Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjelajahinya. Sebaliknya, saat Anda tidak sengaja membuka situs yang jelek, membosankan, dan sama sekali tidak cocok dengan apa yang Anda butuhkan, maka Anda cenderung akan cepat beralih dari sana.

Dengan logika dasar tersebut, maka menjadi penting untuk Anda memantau waktu yang dihabiskan para pengunjung di situs Anda. Anda akan mengetahui apakah situs Anda berhasil menyasar para target market Anda atau belum. Jika ternyata belum, berarti waktunya Anda untuk melakukan perbaikan dan peningkatan landing page Anda.

4. Bounce Rate

Berbeda dengan indikator-indikator sebelumnya, bounce rate merupakan negative metrics. Artinya, semakin kecil nilainya justru semakin baik untuk landing page Anda. Bounce rate sendiri merupakan nilai rata-rata dari kondisi pengunjung yang meninggalkan situs Anda segera setelah mereka membukanya. Bounce atau pemantulan ini bisa terjadi oleh beberapa sebab, antara lain:

  • Landing page Anda tidak memuat informasi yang pengunjung butuhkan.
  • Pengunjung tidak dapat menemukan CTA button di dalam landing page Anda.
  • Desain landing page Anda buruk, baik dari segi estetika maupun fungsionalitas.
  • Landing page Anda penuh tulisan panjang yang membuat orang malas membacanya.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa Google Analytics sering membuat ‘tipuan’ saat mengukur bounce rate. Program mereka dirancang untuk mengidentifikasi ketiadaan interaksi kedua selama 30 menit sebagai bouncing, padahal bisa saja pengunjung sengaja berlama-lama untuk membaca detail yang ada di sana. Sehingga, Anda harus meninjau kembali data yang Anda dapatkan. Anda juga dapat mengonfigurasi ulang Google Analytics dan Google Tag Manager agar bekerja lebih akurat.

5. Traffic Source

Apakah mengetahui traffic adalah hal yang penting? Ya. Namun, apakah itu cukup? Tidak.

Anda perlu mengetahui sumber traffic yang Anda dapatkan. Apakah itu organik, dari iklan, tautan link, atau sumber lain.

Mengapa mengetahui sumber traffic menjadi hal yang penting? Hal ini erat kaitannya dengan marketing channel yang Anda jalankan. Seandainya Anda memperoleh banyak traffic dari tautan email, maka Anda bisa mengoptimasi penggunaan saluran itu. Sedangkan pada channel lain yang belum memuaskan, Anda bisa meningkatkan atau justru menghentikannya sama sekali.

Anda juga bisa mempertimbangkan metode berbayar seperti iklan dan SEM untuk meningkatkan traffic. Di sisi lain, jika Anda telah menerapkan metode tersebut dan mendapat traffic tinggi tapi kurang di pencarian organik, Anda pun bisa mencari solusinya.

Baca Juga

Itu dia landing page metrics yang penting untuk Anda ketahui sebagai seorang digital marketer. Dapatkan informasi menarik lainnya seputar landing page di blog kami. Jika Anda ingin membuat landing page atau memulai email marketing campaign dengan kami, silakan daftarkan diri Anda di sini.

(V.V)