Kapan Email Marketing Masuk ke Spam

Email marketing masih menjadi cara yang efektif dalam hal mengembangkan produk bisnis ataupun jasa. Dengan menggunakan strategi ini, promosi tentang sebuah brand atau company dapat menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Namun, tidak jarang dalam pengiriman email ini seringkali ditandai sebagai Spam. Spam ini bisa diberikan oleh recipient email maupun terdeteksi sebagai Spam oleh servernya. Kira-kira apa dan kapan email marketing yang sebuah company atau brand lakukan dianggap sebagai Spam?

Inilah beberapa penyebab email marketing dianggap Spam.

Tidak Memiliki Izin

Salah satu rule yang harus diikuti dalam email marketing adalah mendapatkan izin untuk mengirim email sebelum mengirim konten promosi apa pun. Ada undang-undang aktual yang merinci tentang etika melakukan email marketing. Undang-undang CAN-SPAM mencakup berbagai aspek dari proses email marketing, jadi sebuah company atau brand sebaiknya memahaminya, karena ada beberapa hukuman berat jika melanggarnya.

Pengiriman content secara random pun dapat memuat recipient merasa tidak nyaman. Meskipun content yang ada didalamnya memiliki value yang tinggi, namun jika tidak relevan dapat menjadi salah satu pemicu email yang dikirimkan akan dimasukkan ke folder Spam oleh recipient.

Informasi Pengirim Tidak Akurat

Informasi pengirim perlu mencerminkan siapa Anda dan bisnis Anda. Alamat email Anda, routing information, dan sign off harus memiliki pengirim yang sama. Recipient email Anda harus dapat mengidentifikasi siapa sebenarnya yang mengirim pesan tersebut. Informasi yang tidak cocok dapat muncul sebagai Spam dan recipient mungkin melabelinya sebagai not trusted sender. Email yang dikirimkan harus dengan jelas menggambarkan siapa Anda atau perusahaan Anda demi menghindari informasi yang tidak akurat.

Kata Pemicu Spam

Beberapa Spam Filter dipicu oleh kata-kata tertentu pada subject line atau di body email. Email provider memiliki alat bawaan untuk memindai email masuk untuk mencari kata-kata yang dapat memicu Spam. Ada beberapa tools di luar sana yang dapat membantu mengidentifikasi kata-kata yang dapat memicu email terkena Spam Filter. Selain itu, terdapat juga kata-kata yang harus dihindari agar email marketing yang sedang berjalan tidak masuk ke folder Spam secara otomatis.

Adanya Attachment dalam Email

Hindari attachment ketika sedang melakukan email marketing. Ada banyak alasan untuk menghindari ini. Attachment akan memicu Spam Filter dan mengurangi kemungkinan email masuk ke dalam inbox recipient. Attachment juga bisa terlihat sedikit menipu. Sejauh yang diketahui audiens Anda, attachment yang disisipkan dalam email bisa jadi menyimpan virus komputer. Terakhir, attachment sering kali memperlambat waktu loading email. Sebenarnya tidak ada alasan untuk menyertakan attachment dalam komersial email. Sertakan informasi-informasi penting pada body email, bukan di attachment.

Mengirim Email ke Address yang Salah

Mengirim ke email address yang salah ini dapat diartikan seperti mengirimkan kepada email yang salah atau mengirimkannya kepada email yang tidak aktif. Pengiriman secara massal kepada email-email ini dapat berdampak pada IP Reputation sebuah company atau brand.

Filter Spam akan membaca campaign email marketing ini sebagai Spam dan langsung masuk ke folder Spam recipient bukan ke inbox recipient. Oleh karena itu, harus sering dilakukan update pada email list dan juga pembersihan kepada email-email yang tidak aktif.

Memiliki Subject Line yang Lemah

Subject line pada email yang dikirimkan merupakan sesuatu yang sangat penting. Ini yang akan menentukan apakah email yang dikirimkan akan dibuka atau tidak.

Jika subject line lemah atau membingungkan, para recipient mungkin mengabaikan email yang di terimanya. Menggunakan subject line yang kurang jelas tidak hanya akan membuat recipient merasa tertipu, ada juga undang-undang yang mencegah Anda menyesatkan audiens Anda. Undang-undang CAN-SPAM mencakup aturan mengenai subject line yang menyesatkan, jadi penting untuk berupaya mengembangkan subject line yang kuat dan akurat.

Inilah beberapa pemicu kapan email marketing yang dijalankan masuk sebagai Spam. Faktor-faktor ini merupakan sesuatu yang harus dihindari jika ingin output dari email marketing yang dijalankan sebuah company atau brand berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri melalui mtarget.co. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(N.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia