Jenis-Jenis CRM

Kebutuhan perusahaan dalam mengelola data pelanggan sangat tinggi. Karena dengan adanya data pelanggan akan membuat perusahaan mudah untuk terhubung dan menjalin komunikasi secara intens.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola database pelanggan yaitu menggunakan strategi Customer Relationship Management atau biasa dikenal dengan CRM. Biasanya, penerapan strategi CRM dalam bisnis dilakukan dengan memanfaatkan software CRM dari aplikasi pihak ketiga.

Namun, sebelum mulai membahas tentang software tersebut, alangkah baiknya perusahaan dan pelaku bisnis bisa mengerti terlebih dahulu mengenai jenis software CRM agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan pelaku bisnis.

Jenis Software CRM

Dilihat dari segi kebutuhan atas software customer relationship, ada beberapa jenis CRM yang harus dipahami sebelum mencoba. Tentu saja pemilihan jenis jenis CRM harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan pelaku bisnis. Jenis jenis CRM tersebut yaitu:

CRM Operasional

Jenis software CRM yang pertama adalah CRM Operasional. CRM jenis ini bisa memudahkan proses bisnis karena memiliki beberapa fitur otomatisasi seperti sales automation, marketing automation dan juga service automation.

CRM Operasional diperlukan bagi perusahaan dan pelaku bisnis yang sedang mencari pelanggan potensial, untuk bisa merubah mereka menjadi database untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan hingga menyediakan produk yang dibutuhkan oleh pelanggan. Beberapa contoh fitur yang ada diantaranya:

  • Sales Automation, sebuah fitur otomatisasi penjualan yang bertujuan untuk membantu perusahaan dan pelaku bisnis dalam membuat standar dalam perusahaan untuk menarik perhatian audiens agar menjadi pelanggan baru dan juga untuk mengelola data penjualan pelanggan yang sudah ada.
  • Marketing Automation, fitur yang diperlukan oleh perusahaan dan pelaku bisnis untuk menentukan cara terbaik dalam memberikan penawaran produk dan melakukan pendekatan pada audiens. Marketing automation akan membantu perusahaan untuk menyiapkan campaign dengan melihat data yang sudah ada sesuai dengan target yang diperlukan.
  • Service Automation, fitur ini membantu pelaku bisnis dan perusahaan untuk menjaga pelanggan yang sudah ada di dalam database untuk hadir dalam menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Service automation mengorganisir banyak hal, mulai dari manajemen keluhan pelanggan, customer call hingga melakukan pemantauan layanan dengan Key Performance Indicator yang dimiliki oleh perusahaan.

CRM Analytic

Jenis kedua software relationship management adalah CRM Analytic. CRM jenius ini membantu beberapa sub divisi dalam perusahaan seperti manajemen atas, sales, marketing dan juga customer service dalam menentukan cara terbaik untuk melayani pelanggan.

Fungsi utama dari penggunaan software CRM analytic yaitu melakukan analisa dari data yang diperoleh dari berbagai sumber, untuk kemudian digunakan perusahaan dan pelaku bisnis sebagai sebuah insight mengenai status terkini dari perusahaan. Insight tersebut nantinya akan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan campaign kedepan. Beberapa fitur yang dimiliki oleh CRM analytic yaitu:

  • Mengumpulkan informasi pelanggan dari berbagai sumber kemudian melakukan analisis data secara terstruktur.
  • Membantu perusahaan dalam penentuan metode sales, marketing dan juga support untuk meningkatkan hubungan antara perusahaan dan pelanggan untuk mendapatkan loyal customer.
  • Meningkatkan efektifitas strategi CRM dan melakukan analisa pada KPI yang ditentukan oleh perusahaan.

CRM Kolaboratif

Jenis terakhir dari software CRM Kolaboratif atau biasa disebut juga dengan CRM Strategis. CRM Jenis ini membantu perusahaan untuk berbagi informasi tentang pelanggan dengan divisi lain. Seperti pembagian informasi antara tim sales dan tim marketing, tim teknis dan pendukung dan sebagainya.

Sebagai contoh, ketika ada feedback yang diperoleh dari tim customer service maka akan berguna jika informasi tersebut dibagikan kepada tim marketing sebagai cara baru untuk pendekatan kepada pelanggan, terutama jika feedback yang didapat terkait dengan produk atau layanan yang spesifik. Untuk CRM Kolaboratif, ada 2 komponen utama yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Manajemen Interaksi, sebuah proses untuk melacak seluruh interaksi yang terjadi antar perusahaan dan pelanggan baik melalui sosial media, email dan juga media lainnya. Data ini kemudian bisa secara langsung dibagikan kepada semua unit untuk pengembangan perusahaan.
  • Manajemen Channel, proses lanjutan dari manajemen interaksi dimana informasi yang didapatkan digunakan untuk melakukan identifikasi saluran komunikasi yang digunakan oleh pelanggan.

Itu dia jenis-jenis CRM yang bisa digunakan oleh perusahaan dalam upayanya untuk menjaga relasi dengan pelanggan. Untuk tahap awal, sesuaikan kebutuhan CRM yang bisa menunjang layanan yang ditawarkan dan harus disesuaikan dengan budget yang ada.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia