Hal Apa yang Harus Diperhatikan ketika Melakukan SMTP Relay Settings?

Kebutuhan seseorang terhadap email berbeda-beda, ada orang yang menggunakan email hanya untuk keperluan pribadi, ada juga yang menggunakan email untuk keperluan marketing dan bisnis. Untuk itu, Anda perlu memastikan kembali kebutuhan Anda.

Jika untuk keperluan pribadi, kita dapat menggunakan email biasa tanpa penambahan tools atau server. Jika untuk keperluan pengiriman massive email, Anda perlu melakukan SMTP Relay settings. Berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan.

Mengapa perlu melakukan SMTP Relay settings?

Sebelum Anda mengetahui tentang SMTP Relay settings, ada baiknya Anda memahami tentang pengertian SMTP Relay. SMTP Relay merupakan akronim dari Simple Mail Transfer Protocol Relay. SMTP merupakan sebuah konsep dari berjalanya proses pengiriman email pada saat kita telah klik “send”.

SMTP Relay merupakan proses dari konsep SMTP, yang mana ketika Anda sudah klik “send”, pesan Anda akan langsung menuju server menggunakan port yang Anda pilih, seperti Port 25, Port 587, dll. Kemudian, server tersebut akan melakukan pengecekan terhadap email yang Anda kirim.

Pengecekannya seperti, apakah di dalam pesan yang Anda kirim secara massive tersebut terdapat spam, virus, malware, dan juga terdapat pengecekan IP Authority. Selanjutnya, pesan Anda akan menuju server lain menggunakan port yang sama, sehingga email Anda sampai kepada server penerima.

Jika keperluan Anda dalam penggunaan email adalah untuk keperluan marketing dan bisnis, yang perlu mengirimkan email dalam jumlah yang besar, dan perlu dikirimkan secara otomatis tanpa perlu mengirimkan email satu per satu kepada seluruh pelanggan maupun calon pelanggan Anda, maka Anda perlu melakukan SMTP Relay settings. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Langkah pertama:

Anda perlu memperhatikan apakah Anda bersedia mengaktifkan akses pihak ketiga? Karena Anda harus mengaktifkan akses pihak ketiga tersebut untuk dapat menggunakan layanan SMTP Relay. Secara default, Google sebenarnya akan melakukan pemblokiran pada perangkat yang kurang aman dan aplikasi pihak ketiga.

Untuk melakukannya, Anda perlu Masuk ke akun Google Anda dan lalu > Akun saya > Masuk & keamanan> Aplikasi & situs yang terhubung> Izinkan aplikasi yang kurang aman.

Langkah kedua:

Anda perlu memperhatikan detail-detail tertentu, karena Anda harus menambahkan detail SMTP Gmail ke aplikasi. Umumnya, proses penambahan detail SMTP tergantung pada aplikasi yang Anda pilih. Namun, biasanya prosedurnya hampir sama. Prosedur dan detail yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

  • Outgoing SMTP server: smtp.gmail.com
  • Authentication: Lebih dianjurkan untuk memilih Yes
  • Encryption: Untuk keamanan, Aktifikan keamanan koneksi dengan memilih
    SSL atau TLS port
  • Outgoing server port: Tergantung dengan email Anda, jika SSL gunakan
    Port 456 dan TLS Port 587
  • SMTP Username: Full name Google email Anda
  • SMTP Password: Password dari Google email Anda

Kemudian Anda perlu memperhatikan hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan alamat email dan password Anda. Setelahnya, pengaturan akan ditampilkan pada layar Anda. Anda cukup memasukkan kembali informasi seperti di atas.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jika Anda tidak menemukan tampilan tersebut, Anda perlu membuka pengaturan akun Anda. Pengaturan ini kemungkinan berada di lokasi yang berbeda, hal ini tergantung pada aplikasi email yang Anda gunakan. Namun, pengaturan ini dapat dengan mudah untuk ditemukan.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik seputar SMTP di blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET? Daftarkan diri Anda di sini. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk updates dan informasi lainnya.
(A.D)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia