Fungsi Mail Transfer Agent dalam Proses Pengiriman Email

Mail Server memiliki banyak nama lain seperti mail relay, mail router, dan internet mailer. Tapi yang paling umum adalah Mail Transfer Agent. Ini mungkin merujuk ke agen transfer email, agen transfer pesan, atau agen transportasi email. Apa pun nama yang Anda gunakan, Mail Transfer Agent memainkan peran penting dalam sistem proses pengiriman email. Mereka mentransfer pesan email antar pengguna.

Apa itu Mail Transfer Agent?

Mail Transfer Agent (MTA) adalah perangkat lunak yang mentransfer email antara komputer pengirim dan penerima. Semua hal yang melakukan pengelolaan, distribusi, penyimpanan email yang ada dapat dikatakan sebagai MTA. Contohnya dalam Mail Server atau SMTP Server.

Bagaimana Prosesnya?

Mail Transfer Agent adalah sebuah elemen dari proses pengiriman email. Ia menerima email dari Message Submission Agent (MSA) dan mungkin juga menerimanya dari Mail User Agent (MUA). MUA umumnya dikenal sebagai email client. Aplikasi yang Anda gunakan untuk menangani hal-hal terkait email.

Setelah MTA mendapatkan email, relay pun ikut andil. Itu sebabnya Mail Transfer Agent sering disebut Mail Relays. Email dapat diteruskan ke MTA lain jika penerima tidak menggunakan hosting secara lokal. Kemudian mengenai Mail Delivery Agent (MDA). Ini adalah persinggahan terakhir email sebelum dikirimkan ke inbox penerimanya. Pengiriman email dilakukan dengan menggunakan SMTP atau extended SMTP, dan untuk tahap terakhir MDA ke MUA, digunakan POP3 atau IMAP.

Apakah Mail Transfer Agent Membantu dalam Kegiatan Email Marketing?

Tentu saja adalah jawaban yang paling tepat. Ketika menerapkan strategi email marketing hal yang paling ingin dicapai oleh para marketer adalah deliverability terhadap email-email yang terkirim. Mail Transfer Agent lah yang dapat membantu meningkatkan deliverability email.

Ada tiga faktor utama yang menjadi dasar pengiriman email yaitu, reputasi pengirim, infrastruktur & otentikasi serta muatan konten yang ada pada email tersebut.

Domain Reputation dan IP Address dari mana email dikirim adalah hal yang paling penting. Saat Mail Server menerima dan mengidentifikasi bahwa pengirim memiliki reputasi yang jelek dan tidak dapat dipercaya, semua email dari pengirim akan masuk folder spam atau junk. Bahkan sangat memungkinkan untuk terjadinya bounced back.

Mail Transfer Agent dapat melindungi sekaligus memperkuat reputasi pengirim. Itulah mengapa menggunakan Mail Server mampu mempengaruhi *deliverability email.*

Apa yang Dilakukan Mail Transfer Agent Hingga Terjadi Deliverability Email yang Baik?

  • Melakukan Warming-up pada IP Address Baru

Jika Anda membangun reputasi Anda dari awal, Anda tidak boleh menggunakan IP Address baru Anda dengan beban penuh. IP baru ini tidak memiliki riwayat pengiriman email dan oleh karena itu perlu adanya warming-up. Mail Transfer Agent akan membiarkan Anda melakukan ini dan kemudian secara perlahan meningkatkan kapasitas pengiriman.

  • Melakukan Konfigurasi Pada Alur Pengiriman Email

Setiap domain penerima menetapkan batasannya pada email masuk. Jika terlampaui, Email Server pengirim dapat diidentifikasi sebagai sesuatu yang tidak dapat dipercaya. Untuk menghindarinya, Anda dapat melakukan konfigurasi pada Mail Transfer Agent Anda untuk membatasi pengiriman secara dinamis.

Jadi, jika terjadi penolakan dari Domain penerima, Mail Transfer Agent akan melakukan jeda antrian email. Pengiriman akan terus berjalan pada tingkat yang lebih lambat setelah periode back-off. Ini akan membantu Anda melindungi Domain Reputation dan IP Address Anda.

  • Greylist

Masuk Blacklist adalah masalah umum yang berhubungan dengan reputasi pengirim. Greylist adalah semacam tindakan pencegahan yang digunakan oleh beberapa penyedia email. Ini adalah filter yang dapat dilalui oleh pengirim yang sah dengan lebih mudah daripada Blacklist. Untuk itu, Mail Transfer Agent mengatur beberapa antrian dan melakukan beberapa upaya untuk mengirimkan email kembali saat email tersebut mengalami bounce back.

Selain itu, Mail Transfer Agent memungkinkan Anda melakukan lebih banyak hal lain. Anda dapat menggunakannya untuk menyiapkan aturan pembatasan dan memilih rute email, memantau aliran email keluar, dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa fungsi dari Mail Transfer Agent yang dapat membantu proses pengiriman email. Selain itu dalam melakukan strategi email marketing, menggunakan Mail Transfer Agent ini merupakan sesuatu yang dapat membantu pekerjaan para marketer.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri melalui mtarget.co. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(N.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia