Email Open Rates Rendah? Ini yang Perlu Anda Lakukan

Anda mungkin pernah merasakan, telah membuat email dengan kalimat yang seefektif dan sepersuatif mungkin dengan gambar yang menarik lalu dilengkapi desain email yang kreatif, namun yang didapatkan adalah email open rates yang rendah. Tentu apabila email open rates dibiarkan terus menerus akan membuang-buang waktu Anda dan tidak mendapatkan ROI yang diharapkan.

Banyak faktor yang memungkinkan email open rates Anda rendah. Salah satunya adalah pelanggan yang sudah tidak menyukai konten yang Anda sajikan. Dampaknya? Email open rates secara perlahan menurun, bahkan prosentase click through rate (CTR) yang rendah. Namun hal yang sering ditemui adalah email yang masuk ke kotak spam. Hal ini tentu merugikan dan akan berdampak pada email open rates. Penting untuk menganalisis apa penyebab email Anda memiliki prosenase email open rates yang rendah. Jika Anda telah mengetahui apa alasannya, berikut adalah hal yang dapat dilakukan:

  1. Tinjau Ulang Daftar Email Pelanggan
    Sebaik apapun tools yang Anda gunakan, pasti akan selalu ada beberapa email tidak valid yang masuk ke daftar Anda. Umumnya, hal seperti ini disebabkan karena adanya kesalahan pengentikan yang dilakukan saat mengisi form atau lebih buruknya ternyata mereka menggunakan email palsu. Data email seperti ini tentu akan memperburuk pengiriman email, dan bukan tidak mungkin apabila tingkat bouncing nya pun meningkat. Hal ini tentu akan merusak reputasi email Anda.

    Cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah melakukan validasi email pada email yang dicurigai. Di MTARGET, Anda dapat melihat status hardbounce atau softbounce jika email tidak sampai ke penerima. Hal ini akan lebih memudahkan Anda dalam melihat daftar email mana saja yang perlu dihapus.
Baca Juga
  1. Kumpulkan Daftar Email yang Aktif
    Agar Anda dapat mengirimkan email ke orang dan waktu yang tepat, maka penting untuk mengirimkan email kepada daftar email yang aktif. Kelompokkan daftar email pelanggan berdasarkan source nya. Misalkan Anda mendapatkan daftar email dari survei, maka kategorikan email tersebut berasal dari survei. Atau misalkan Anda mendapatkan daftar email karena telah melakukan subscribe pada newsletter, maka kategorikan email tersebut ke subscription dan seterusnya. Hal ini tentu akan lebih mempermudah Anda dalam mengirimkan email berdasarkan segmentasi tertentu.

  2. Tulis Konten yang Menarik
    Setelah Anda selesai meninjau ulang daftar email pelanggan dan telah mengumpulkan daftar email yang aktif, maka Anda telah siap untuk mengirimkan email. Sebelumnya, Anda perlu membuat konten yang menarik. Pastikan konten yang dibuat adalah konten yang relevan dan menarik. Gunakan desain email yang kreatif agar pelanggan tertarik untuk membacanya. Jangan lupa, personalisasikan subjek dan isi email.

Itulah apa yang perlu Anda lakukan ketika mendapatkan email open rates yang rendah. Selalu tinjau ulang daftar kontak email Anda secara berkala untuk selalu menjaga email open rates tetap stabil. Namun ada faktor yang mungkin beberapa user lewati. Yaitu dengan melakukan pengaturan SPF dan DKIM agar email tidak masuk ke kotak spam. Hal ini tentu akan sangat berperan dalam mengurangi email open rates yang rendah akibat masuk ke kotak spam. Untuk melakukan pengaturan pada SPF dan DKIM, Anda dapat membacanya disini. Adakah alasan lain yang mungkin belum kami sebutkan? Ingatkan kami dengan mengisi kolom komentar di bawah.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia