Tetap Terhubung dengan Pelanggan Melalui Email Marketing Di Tengah COVID-19

Krisis COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini mempengaruhi setiap orang dalam beberapa bentuk. Selain itu, beberapa industri dan bisnis juga memiliki challenge tersendiri dalam situasi ini, terutama untuk tetap terhubung dengan pelanggan mereka meskipun dalam keadaan kritis. Beberapa industri menggunakan email marketing sebagai channel digital marketing untuk tetap terhubung dengan pelanggan dengan formal namun tetap personal.

Beberapa perusahaan memiliki tim dan tenaga ahli yang mempersiapkan telah mempersiapkan komunikasi dalam keadaan krisis seperti ini. Namun, tidak sedikit juga bisnis yang tidak melakukannya. Email Benchmark and Engagement Study mengungkapkan bahwa rata-rata orang berlangganan dan menerima email lebih dari sekitar 50 brand bisnis. Dan di minggu ini, 50% dari bisnis-bisnis tersebut mengirimkan email tentang COVID-19 kepada mereka. Baik tentang apa itu COVID-19, gejalanya, pencegahannya, dan sebagainya.

Untuk Anda yang ingin menggunakan email marketing sebagai sarana berkomunikasi dengan pelanggan Anda, berikut ini beberapa panduan yang perlu Anda pelajari ketika mengirimkan email marketing disaat krisis COVID-19 saat ini.

  1. Apakah saya harus mengirimkan email tentang COVID-19 kepada pelanggan saya?

Jawabannya adalah tidak. Hanya karena saat ini virus corona sedang melambung tinggi, bukan berarti Anda harus mengirimkan email marketing tentang COVID-19 kepada pelanggan Anda. Kenapa? Karena tidak semua industri harus mengirimkan email tentang COVID-19 kepada pelanggan.

Namun, jika Anda ingin mengirimkan mereka pesan terkait coronavirus, mungkin bisa diganti dengan pesan edukasi. Email marketing tidak hanya digunakan untuk promosi, tapi juga bisa Anda gunakan untuk mengedukasi pelanggan Anda. Misalnya, Anda bisa mengedukasi mereka dengan mengirimkan email tentang bagaimana pencegahan coronavirus.

Hal lain yang bisa Anda lakukan kepada pelanggan Anda dengan email marketing adalah dengan mengedukasi mereka tidak hanya tentang COVID-19, tapi mungkin Anda bisa mengambil sudut pandang dari dampak yang ditimbulkannya. Seperti saat ini hampir 80% karyawan swasta di kota-kota besar mulai bekerja di rumah atau Work From Home. Anda bisa memberikan tips dan trik kepada mereka tentang bagaimana tetap efektif bekerja di rumah dengan menggunakan tools-tools digital yang ada, seperti email marketing ini bisa Anda gunakan untuk tetap terhubung dengan pelanggan Anda secara personal namun tetap profesional.

  1. Sender dan Subject harus jelas

Disaat krisis seperti ini, dalam mengirimkan email marketing bukan waktunya untuk bermain-main dengan mengubah nama pengirim Anda. Kami menyarankan agar pengirim menghindari penggunaan nama pribadi karena dapat membingungkan penerima. Mereka mungkin tidak mengenali pengirim dan melirik email. Dalam situasi seperti ini, kejelasan adalah prioritas nomor satu dan konsisten akan membantu Anda mencapai pesan yang jelas.

Kami menyarankan untuk menggunakan subject yang jelas dan ringkas. Dalam email marketing, membuat subject yang clickbait mungkin bisa menjadi cara yang efektif untuk membujuk penerima untuk membuka email Anda. Tetapi, untuk email COVID-19, pertahankan subject sederhana seperti "Respons Kami terhadap COVID-19." Jika penerima Anda menggunakan atau mengunjungi bisnis Anda, mereka mungkin ingin tahu lebih banyak dan membuka email ini.

  1. Fokus pada Action

Penerima Anda akan sangat tertarik dengan tindakan yang Anda ambil untuk mengurangi risiko dan penyebaran COVID-19. Pertimbangkan untuk memberikan tindakan tersebut dalam daftar berpoin agar pembaca dapat membaca langkah-langkah Anda secara efisien. Misalnya, jika perusahaan Anda bergerak di bidang bahan makanan pokok, mungkin Anda bisa mengirimkan email marketing kepada pelanggan Anda dengan menawarkan solusi atas permasalahan mereka yang sedang mengurangi kegiatan diluar ruangan. Misalnya, “Sudahkah Anda mempersiapkan bahan makanan untuk satu minggu kedepan?”. Lalu pada isi email berikan beberapa daftar bahan pokok yang bisa disimpan untuk waktu satu minggu.

Bagi sebagian pelanggan Anda, hal ini mungkin menarik untuk mereka melakukan action, karena disaat kita sedang mengisolasi diri, tidak memungkinkan untuk kita melakukan kegiatan diluar. Jadi hal ini bisa membantu mereka untuk melakukan pemesanan melalui website atau aplikasi belanja online.

  1. Berikan Intonasi Hangat pada Tulisan

Ketika mengirimkan email marketing kepada pelanggan Anda, dalam situasi yang krisis saat ini ada baiknya untuk memperhatikan intonasi dalam pesan yang Anda tuliskan. Berikan intonasi hangat, tenang dan tetap objektif agar penerima tidak stres ketika melihat pesan dari Anda tentang COVID-19. Hindari menggunakan kata-kata bernada menegangkan seperti “Hati-hati”, “Bahaya COVID-19”, dan sebagainya. Mungkin Anda bisa menuliskan kata-kata tersebut dengan kata-kata yang lebih santai dan diiringi dengan solusi dari permasalahan tersebut.

Baca Juga

Seperti halnya situasi yang berubah dengan cepat, perkembangan saat ini dapat dengan cepat menjadi usang. Bersiaplah untuk menanggapi perkembangan atau pembaruan COVID-19 lainnya sehingga Anda dapat mempersiapkan segala hal dengan matang.

Dalam sebuah bisnis, perubahan sudah banyak terjadi, mulai dari memberlakukan karyawan untuk bekerja di rumah, meeting virtual, penggunaan tools marketing untuk tetap terhubung dengan pelanggan selama masa krisis, dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri, saat ini semua jenis pekerjaan dilakukan secara virtual dan jarak jauh.

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital markeing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia