Email Marketing Best Practice dan Mengetahui Penerapannya

Sekarang email marketing best practice masih bisa meningkatkan impresi dari sebuah produk yang dipasarkan. Penerapannya juga belum berkurang melihat meningkatnya penggunaan media digital di dunia.

Bagi marketer awam mungkin menganggap email sudah tidak relevan terhadap kegiatan digital marketing. Padahal faktanya metode ini mampu memberikan ROI tertinggi dibandingkan metode lainnya.

Jadi, jika kamu ingin menerapkan email sebagai media promosi produk tentu saja masih bagus. Bahkan penggunaan email dianggap lebih memberikan kesan profesional dan personal pada para calon konsumen. Ini adalah langkah tepat terutama bagi usaha baru dalam meningkatkan brand awareness. Namun perlu disadari bahwa metode ini paling sulit diaplikasikan karena ada banyak faktor yang langsung berpengaruh kuat.

Pemilik usaha tidak boleh sembarangan menulis email pada para calon konsumen. Bagaimana format yang tepat dan penentuan waktu perlu dilakukan agar pelaksanaan email marketing dapat berjalan lancar. Tidak jarang para pengusaha awam gagal saat pertama kali melakukannya.

Bagaimana Menerapkan Email Marketing Best Practice

Sebelum masuk dalam hal lebih kompleks, kamu wajib memperhitungkan empat aspek utama yaitu segmentation, triggered timing, contextual content, dan personalization. Keempat aspek tersebut akan dijelaskan berikut ini.

  • Segmentation

Segmentation adalah proses mengelompokkan para calon konsumen dalam kategori tertentu. Hal ini penting dilakukan agar setiap email sesuai dengan demografi para penerimanya. Apabila kamu menggeneralisasi konsumen maka tingkat acceptance akan menurun. Akan terlalu banyak penerima tidak merasa relatable terhadap konten yang kamu tawarkan.

  • Triggered Timing

Menentukan waktu pengiriman email juga bergantung pada segmentasi calon konsumen. Setelah mengelompokkan maka kamu bisa lebih mudah menjadwalkan pengiriman sesuai demografi konsumen.

  • Contextual Content

Konten dalam email harus relevan terhadap bisnis yang kamu jalankan. Mulai dari subjek, identitas pengirim, isi, link, lampiran gambar, hingga CTA perlu diperhitungkan secara matang. Terutama link dan CTA usahakan tidak terlalu banyak dalam satu badan email. Jadi, satu email maksimal memiliki satu link dan CTA agar konsumen lebih mudah memahami maksud dari pengirim.

  • Personalisasi

Menyapa calon konsumen dengan nama asli dan memperkenalkan diri adalah modal awal. Semakin humanis sebuah email maka tingkat respon dari penerima juga akan meningkat. Oleh karena itu, selalu buat konteks email agar terlihat profesional. Satu hal lagi, jangan pernah menggunakan bot untuk membuat konten email marketing karena memiliki efisiensi nyaris nihil.

Keempat variabel tertentu adalah modal kuat yang wajib dipahami seorang digital marketer. Setelah memahaminya, kamu bisa mulai membuat bagaimana email marketing yang mampu memberikan CTR tinggi.

Apa Manfaat Menerapkan Email Marketing Best Practice

Tujuan umum utama dalam menerapkan email marketing dengan metode terbaik adalah mendapatkan konsumen sebanyak mungkin bagi sebuah produk. Secara spesifik ada beberapa tujuan khusus yang bisa didapatkan dari penerapannya.

Pertama adalah deliverability, sebuah email akan lebih mudah terkirim dan dibaca oleh penerima jika menggunakan metode tepat. Kamu tentu saja ingin agar para penerima bisa mendapatkan informasi tentang produk yang dipasarkan. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya bouncing saat melakukan marketing menggunakan email. Baik itu soft maupun hard bouncing dapat dihindari dengan memanfaatkan metode pemasaran yang tepat.

Kedua adalah click analysis, jadi penerima bisa memberikan respon sesuai yang kita harapkan yaitu mengikuti tautan. Perlu diingat bahwa konsumen tidak semudah itu mau menekan link pada tautan email.

Ketiga adalah conversion rate, yaitu besarnya jumlah penerima email yang berhasil menjadi konsumen. Ini adalah target paling penting yang dimiliki oleh seorang digital marketer modern. Email harus memiliki nilai konversi tinggi sehingga mampu mendatangkan keuntungan besar bagi usaha. Meskipun terdengar sepele, email hingga saat ini masih menjadi salah satu penghasil konsumen baru terbesar.

Sebagai seorang marketer awam, kamu sudah mengantongi modal awal dengan memahami beberapa materi tadi. Jadi, kedepannya penerapan email marketing best practice dapat dilakukan secara tepat dan menghasilkan.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M) Edt (P.J)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia