Email: Channel Marketing Anti Krisis

Sejak dimulainya Pandemi Covid-19, bisnis mengalami penurunan secara signifikan sampai 90% hanya dalam rentang waktu satu bulan. Perusahaan yang dapat bertahan dalam keadaan krisis seperti saat ini adalah perusahaan yang sudah beradaptasi dengan cara kerja digital, bahkan situasi sekarang ‘memaksa’ bisnis-bisnis konvensional untuk beranjak digital.

Selain harus beranjak ke digital, bisnis juga harus menyesuaikan budget marketing mereka selama pandemi. Anggaran marketing sebagai persentase dari pendapatan dan pengeluaran perusahaan telah meningkat ke rekor tertinggi selama pandemi virus corona karena brand beralih ke marketing selain untuk mempertahankan pelanggan dan membangun brand awareness, juga untuk meningkatkan penjualan.

Jika Anda sedang mencari channel digital marketing mana yang terjangkau dan efektif digunakan, maka menurut sebuah riset dari Campaign Monitor, email sudah tidak diragukan lagi tingkat keefisienannya daripada media dosial. Hal itu diperjelas oleh data dari Forrester Research yang melaporkan bahwa 90% email yang terkirim masuk ke dalam kotak masuk pelanggan secara langsung. Sedangkan hanya 2% pengikut Facebook perusahaan yang melihat postingan perusahaan di beranda mereka.

Selain itu, Pew Research mengatakan bahwa 92% orang dewasa menggunakan email, berbeda dibandingkan dengan hanya 79% pengguna internet yang memiliki profil media sosial. Dan diantara keduanya, seseorang yang memiliki profile social media sudah pasti dia memiliki akun email, dan tidak semua pemilik akun email, memiliki social media.

Hal ini menunjukan bahwa email marketing membuktikan dirinya sebagai channel marketing yang tidak pernah mati. Bahkan saat krisis pandemi saat ini. Hal ini juga dibuktikan dengan data internal kami yang menunjukkan adanya lonjakan penggunaan email marketing dan pengiriman email sebesar 61% sejak Maret saat dimulainya PSBB jilid 1, dan terus meningkat hingga saat ini, ketika PSBB jilid 2 mulai diberlakukan.

(Usage email marketing)

Dari data di atas, terhitung dari Agustus 2019-Juli 2020 terjadi peningkatan dalam penggunaan tools email marketing MTARGET, terutama usage ini meningkat ketika memasuki masa PSBB jilid pertama pada Maret 2020-Hingga saat ini masih terus meningkat.

Lebih jauh, aktivitas pengiriman email marketing selama masa PSBB dan transisi new normal jilid 1 terus meningkat, bisa dilihat dari grafik di bawah ini.

(Usage email marketing)

Jika kita perhatikan, dari September 2019 terjadi peningkatan pengiriman email secara signifikan ke bulan Oktober, dan perlahan menurun sampai Februari 2020. Namun, memasuki Maret 2020 hingga Juli 2020 pengiriman email marketing terus mengalami peningkatan hingga puncaknya di bulan Juli.

Dari data tersebut, dapat diprediksi bahwa intensitas penggunaan dan pengiriman email marketing akan kembali meningkat saat PSBB jilid 2 mulai diberlakukan kembali. Sama seperti saat PSBB jilid 1 dan masa transisi new normal jilid 1.

Sekali lagi, email marketing membuktikan diri sebagai channel marketing yang tahan akan krisis, bahkan semakin meningkat intensitas penggunaannya. Jika ada yang ingin Anda tanyakan, silakan menghubungi kami melalui kolom komentar atau melalui channel social media marketing kami, dan Anda juga bisa menghubungi kami melalui live chat pada website kami di mtarget.co.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital marketing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia