Do’s and Don’ts dalam Mendapatkan Kontak Email

Kontak email merupakan bagian penting dalam proses email marketing. Biasanya, semakin besar kontak email yang dimiliki maka semakin baik, karena lebih banyak orang tertarik dengan bisnis Anda. Tapi untuk mendapatkan kontak email yang berkualitas, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, apa saja?

Do’s:

  1. Gunakan Double Opt-in.
    Terdapat istilah single opt-in dan double opt-in. Double opt-in maksudnya, meskipun seseorang telah mengisi form subscribe, mereka tidak langsung masuk dalam daftar kontak. Perlu ada persetujuan bahwa mereka memang mau menerima email dari Anda. Persetujuan ini biasanya berupa email konfirmasi.

  2. Kirimkan Email
    Setelah mendapat kontak email, bukan berarti semua sudah selesai. Jangan menunggu lama untuk mulai mengirim email. Sebaiknya kirim welcome email segera setelah mereka menjadi subscriber. Agar dapat dikirim secara otomatis, Anda dapat memanfaatkan email automation untuk welcome email.

  3. Segmen Kontak yang Didapat
    Segmentasi berfungsi untuk membuat konten yang dikirim semakin relevan. Misalnya, jika mengirim email diskon khusus untuk pelanggan di kota Jakarta, maka sangat tidak relevan jika email dikirim ke pelanggan di kota lain. Buat segmentasi berdasarkan jenis kelamin, demografis, atau umur, atau yang lainnya.

  4. Bersihkan Kontak Secara Berkala
    Dari semua kontak yang didapat, tidak semuanya merupakan alamat email aktif. Anda akan menemukan alamat email bounce, tidak valid, atau tidak aktif. Bersihkan kontak secara berkal untuk memberikan ruang pada kontak email baru.

Baca Juga

Don’ts:

  1. Jangan Membeli Kontak Email
    Jangan tergoda untuk membeli daftar kontak karena hal ini akan memberikan banyak kerugian bagi bisnis Anda. Kebanyakan daftar kontak yang diperjual belikan merupakan email tua atau sudah tidak aktif lagi, dan meskipun masih aktif besar kemungkinan mereka akan menandai email yang Anda kirim sebagai spam, dan justru akan membuat reputasi pengiriman email menjadi buruk.

  2. Jangan Hanya Mengumpulkan Alamat Email
    Satu hal yang terpenting memang adalah alamat email. Namun jika memungkinkan, tambah field lain dalam form yang dipasang seperti nama atau nomor telpon. Fungsinya adalah untuk mendapatkan data yang lengkap dari subscriber, sehingga email yang dikirim dapat lebih tersegmen.

  3. Jangan Terpaku Pada Unsubscribe
    Unsubscribe merupakan bagian dari email marketing. Memang buruk jika jumlahnya sangat banyak, tapi jangan sampai jumlah ini justru membebani Anda. Banyak alasan mengapa seseorang melakukan unsubscribe, mungkin memang karena kontan yang kurang menarik, atau mereka ingin mengurangi subscription. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah terus memperbaiki konten email dan mendapatkan kontak email baru yang lebih banyak.

  4. Jangan Tambahkan Email dari Kartu Nama
    Ketika menghadiri event dan mendapatkan banyak kartu nama, tapi jangan tambahkan email yang tertera pada daftar email. Jika seseorang memberikan kartu nama, bukan berarti Anda dapat menambahkannya dalam kontak email, karena belum tentu mereka mau menerima email dari Anda. Hanya mereka yang sudah opt-in yang sebaiknya dimasukkan dalam kontak email.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengumpulkan kontak email. Selain itu, Anda butuh kesabaran ekstra untuk mendapatkan banyak kontak email, karena kontak email tidak mungkin didapatkan secara instan. Apakah ada yang terlewatkan? Silakan tulis di kolom komentar.

Mau tahu informasi selanjutnya? Subscribe newsletter kami di sini dan channel telegram MTARGET di sini. Baca juga artikel lainnya di blog MTARGET.
(I.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia