Apa Dampak dari Email Marketing Bounce?

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh pegiat email marketing adalah adanya email marketing bounce. Kondisi ini biasanya akan menghambat pengiriman campaign email marketing Anda, sehingga upaya campaign yang Anda lakukan tidak maksimal

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai email marketing bounce, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan mail bounce, atau bounce back email terlebih dahulu. Hal ini penting untuk diketahui karena istilah tersebut berkaitan dengan kondisi email marketing bounce.

Pahami Mail Bounce (Bounce Back Email)

Salah satu istilah dalam dunia email marketing yang masih jarang diketahui oleh pegiat email marketer adalah mail bounce atau bounce back email. Lalu, apa yang dimaksud dengan istilah ini? Artikel ini akan membedahnya hingga tuntas.

Mail bounce atau bounce back email singkatnya merupakan email yang terpental atau email yang gagal terkirim ke email penerimanya, sehingga email tersebut akan terpental kembali kepada email Anda. Biasanya, alamat email pengirim akan mendapat email notifikasi yang memberikan pemberitahuan bahwa email tersebut gagal terkirim.

Alasan Terjadinya Mail Bounce

Adanya bounce back email terjadi karena beberapa alasan, berikut adalah beberapa alasan terjadinya bounce back email:

  1. Alamat email yang tidak valid, biasanya terjadi apabila ada penulisan alamat email yang salah (typo) ataupun alamat email palsu.
  2. Alamat email yang sudah tidak dapat digunakan, hal ini terjadi apabila Anda mengirimkan email kepada alamat email yang sudah lama tidak digunakan dan dinonaktifkan secara otomatis oleh sistem.
  3. Inbox email penerima penuh, hal ini kemudian menimbulkan mail bounce sementara sampai inbox tersebut dapat menerima email kembali.
  4. Email penerima merupakan tipe email auto-reply, sehingga email yang Anda kirimkan akan otomatis terpental kembali.

Apa itu Email Marketing Bounce dan Apa Dampaknya?

Setelah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan bounce back email dan apa saja alasan yang menyebabkan kondisi itu terjadi pada email yang Anda kirim, maka Anda dapat memahami apa yang dimaksud dengan email marketing bounce.

Email marketing bounce, sama seperti mail bounce, merupakan kegagalan pengiriman suatu campaign email marketing sehingga email yang Anda kirimkan akan terpental kembali (bounce back) dan tidak dapat diterima oleh alamat email penerimanya.

Situasi email marketing bounce dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap jalur traffic email marketing yang Anda lakukan bagi keberlangsungan company Anda, berikut adalah dampak terjadinya email marketing bounce:

  1. Pesan yang dikirimkan kepada email list tidak dapat diterima, sehingga campaign yang Anda lakukan tidak berjalan dengan maksimal.
  2. Berkurangnya rasio open-rate dan conversion rate yang menjadi salah satu dampak buruk bagi campaign yang Anda lakukan.
  3. Email yang gagal terkirim akan menurunkan rasio peningkatan sales, sehingga campaign email marketing yang Anda lakukan tidak mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

Itulah dampak apabila campaign email marketing yang Anda lakukan mengalami bounce back, atau email marketing bounce. Anda dapat mencegah terjadinya email marketing bounce dengan berlangganan pada layanan email marketing profesional sehingga campaign yang Anda lakukan dapat lebih maksimal.

MTARGET adalah salah satu layanan penyedia email marketing yang mampu menjadi salah satu pilihan bagi pengalaman email marketing bagi aktivitas company Anda yang lebih baik. Hubungi live chat kami untuk mendapatkan berbagai pengalaman menarik bagi campaign email marketing Anda.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik seputar email marketing bounce di blog.mtarget.co atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET? Daftarkan diri Anda di sini. Selain itu, subscribe juga newsletter MTARGET di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk updates dan informasi lainnya.
(K.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia