Cara Mengurangi Spam Rate Email Marketing

Saat mengirim email ke database pelanggan Anda, mungkin Anda sering menerima beberapa keluhan spam. Keluhan ini dapat merusak reputasi pengirim, deliverability rate, atau bahkan membuat Anda diblokir oleh ISP.

Apa itu Spam Rate?

Spam rate adalah jumlah orang yang melaporkan email Anda sebagai spam dari total jumlah pesan yang Anda kirim. Misalnya, jika Anda mengirim 5.000 pesan dan 5 orang menandainya sebagai spam, tingkat spam Anda adalah 0,1% (5/5.000).

Bagaimana Spam Dilaporkan?

Dua cara paling umum yang dapat dilakukan kontak untuk melaporkan email sebagai spam adalah:

  • Mereka mengklik tautan atau tombol "this is spam" atau "report spam" di kotak masuk mereka.
    Setelah seseorang mengklik tombol “report spam” hal itu langsung dilaporkan melalui feedback loop yang telah dibuat oleh semua penyedia kotak masuk utama. Secara umum, kontak yang melaporkan spam dengan cara ini akan dihentikan langganannya dari daftar Anda.

  • Mereka mengklik tautan “unsubscribe” dan kemudian menandai alasan berhenti berlangganan sebagai “Spam.”
    Anda dapat melihat laporan berhenti berlangganan berdasarkan email per campaign/automation untuk melihat kontak mana yang melaporkan email Anda sebagai spam menggunakan metode ini.

Bagaimana Spam Rate Mempengaruhi Sender

Spam rate yang tinggi dapat mempengaruhi tingkat deliverability suatu campaign untuk jangka panjang, dan butuh waktu panjang pula untuk memperbaikinya. Penyedia email, seperti Gmail, akan memperhatikan spam rate sender Anda selama 30-60 hari dan diperlukan setidaknya 30-60 hari juga untuk memperbaikinya.

Best practice untuk Menghindari Spam Rate yang Tinggi

Jika Anda mengikuti best practice di bawah ini, Anda seharusnya dapat memperoleh tingkat keluhan spam mendekati 0%:

  • Hanya mengirimkan campaign email ke kontak yang aktif dan pernah berkomunikasi dua arah dengan Anda dalam 12 bulan terakhir. Bersihkan kontak yang tidak terlibat dengan campaign yang Anda kirimkan untuk mereka. Idealnya, Anda tidak boleh mengirim ke siapa pun yang belum memilih atau membuka email Anda dalam 3 bulan terakhir. Anda dapat menggunakan tools Engagement Management untuk melakukan ini.
  • Aktifkan email konfirmasi (double opt-in) pada form Anda dan/atau tambahkan captcha. Ini memastikan hanya alamat yang valid yang ditambahkan ke daftar Anda, bukan traffic bot apapun.
  • Jangan gunakan co-registration pihak ke-3, atau daftar perdagangan dalam bentuk apa pun. Intinya, Anda tidak diperbolehkan membeli list email dari pihak ketiga.
  • Tampilkan link “unsubscribe”, tambahan di posisi yang menonjol, di suatu tempat dekat dengan bagian atas atau bawah email. Hal ini membantu mendorong kontak Anda untuk berhenti berlangganan dari daftar Anda alih-alih menandai pesan Anda sebagai spam. Berhenti berlangganan tidak akan mengganggu kemampuan pengiriman Anda, tetapi keluhan spam akan mengganggu. Jauh lebih baik untuk meminta seseorang berhenti berlangganan daripada menandai sebagai spam.
  • Tambahkan catatan di atas pesan yang menunjukkan bagaimana mereka ditambahkan ke daftar Anda, selalu ada kemungkinan kontak Anda lupa bahwa mereka berlangganan daftar Anda. Jika ini terjadi, mereka mungkin hanya menandai Anda sebagai spam. Catatan di atas email Anda akan membantu mengingatkan kontak Anda bagaimana mereka masuk ke daftar Anda dan mengapa mereka mendapatkan email Anda.
  • Kirimkan welcome email onboarding segera setelah mereka melakukan subscribe, sehingga nantinya mereka akan terbiasa dengan pesan yang Anda kirimkan. Dengan cara ini mereka tidak akan terkejut ketika mereka mendapatkan pesan berikutnya dari Anda dan cenderung tidak menandai email Anda sebagai spam. Jika Anda menunggu berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan sebelum mengirim pesan ke kontak setelah mereka mendaftar, kemungkinan mereka akan ditandai sebagai spam akan meningkat.
  • Pastikan email Anda berasal dari domain yang sama dengan tempat kontak mendaftar dan pastikan email tersebut memiliki branding yang sama persis. Pastikan juga nama "From" untuk campaign Anda sama persis dengan branding halaman tempat kontak mendaftar.
  • Kirim pesan automation yang relevan dan dipersonalisasi, bukan campaign yang sama di blast ke semua daftar email.
Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar email marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia