Cara Melakukan Segmentasi Database pada Email Marketing

Membuat segmentasi email Anda lebih canggih adalah salah satu cara untuk membuat kecocokan yang lebih baik antara email campaign dan pelanggan Anda. Buat email Anda lebih personal dengan menggunakan data segmentasi. Segmentasi dilakukan untuk menjaga hubungan erat dengan pelanggan dengan lebih personal.

Segmentasi email marketing tidak berhenti pada pemilihan label A atau B. Setelah Anda mulai menyusun kriteria segmentasi, kemungkinannya hampir tak terbatas. Hanya dibatasi oleh data yang tersedia. Perhatikan model segmentasi untuk pengiriman email marketing pada gambar berikut.

Segmentasi dapat didasarkan pada semua jenis data, termasuk:

  • Geografi (Lokasi dan data terkait)
  • Demografi dan Profil (usia, jenis kelamin, status sosial)
  • Psikografis (gaya hidup dan AIO, artinya Sikap, Minat, dan Opini)
  • Perilaku (Pembelian,, klik, penjelajahan situs web, dll)

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam email marketing adalah jika Anda memiliki data behavioral, jangan pernah menyia-nyiakan data ini. Dengan menyortir pesanan dan pembelian masa lalu berdasarkan kategori, kisaran harga, dll.

Segementasikan berdasarkan cara mendapatkan database

Melakukan segmentasi pada database untuk email marketing bisa Anda mulai dengan mengkategorisasikan database itu berdasarkan cara Anda mendapatkannya. Misalnya, Anda mendapatkan database dari sebuah event, Anda dapat menyimpan database tersebut dengan label “Database event A, B, dan seterusnya”. Dengan melakukan segmentasi dari cara mendapatkan database ini, akan memudahkan Anda untuk melakukan personalisasi.

Perhatikan perilaku konsumen

Perusahaan yang mengalami peningkatan besar karena melakukan segmentasi juga ada pada beberapa user MTARGET. Mereka memperhatikan setiap perilaku pembelian customer mereka, mulai dari memperhatikan seberapa sering mereka mengunjungi website, seberapa sering mereka belanja, produk yang sering mereka cari, dan produk yang mereka beli secara berulang. Setelah memperhatikan prilaku tersebut, mereka memutuskan untuk mengkategorikan customer tersebut sebagai “pengunjung aktif” untuk kemudian dikirimkan email marketing untuk diberikan penawaran terkait produk yang mereka pernah cari.

Baca Juga

Perhatikan aktivitas pada email marketing Anda

Setelah memperhatikan perilaku konsumen Anda, selanjutnya adalah melihat kembali kegiatan mereka terhadap email promosi yang Anda kirimkan. Kategori dalam merespon email ini bisa Anda jadikan acuan untuk mengirimkan kepada daftar kontak yang aktif merespon dan tidak. Misalnya, penerima email A aktif membuka emai, mengklik CTA dan sebagainya. Sedangkan, penerima email B hanya aktif membuka email saja tanpa melakukan action lain.

Dari kedua contoh kasus tersebut, Anda bisa melakukan segmentasi bahwa penerima A merupakan “customer aktif melakukan action” dan penerima B bisa Anda beri label “customer opened”. Lebih jauh, Anda bisa melakukan segmentasi lebih detail seperti berdasarkan “send rate, open rate, CTR, dan sebagainya. Anda bisa melihat semua data tersebut pada email report pada email campaign Anda.

Nah, dari ketiga gambaran tips melakukan segmentasi email marketing di atas, apakah sudah Anda pahami? Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital markeing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia