Cara Agar Email Marketing Tidak Masuk Folder Promosi

Email marketing yang masuk ke tab promosi bisa menjadi masalah serius. Meskipun pesan dapat terlihat, tetapi peluangnya untuk terbaca penerima sangatlah kecil. Sebagai marketer, situasi ini dapat menghambat pertumbuhan bisnis. Aset yang dimiliki ternyata tidak bisa dimaksimalkan. Karena, keinginan untuk menjalin komunikasi dengan aset terhalang oleh sistem. Menyadari masalah tersebut, kita perlu berusaha untuk menghindarinya. Solusinya, kita bisa menerapkan beberapa hal berikut ini.

Warming Up

Faktanya, satu dari 5 pesan tidak masuk ke tab utama, penyebabnya berasal dari kurang perhatiannya pengirim. Ini sekaligus menjelaskan bahwa warming up begitu penting. Melakukannya merupakan cara terbaik untuk mengawali strategi email marketing. Penerapan aktivitas ini dapat meningkatkan reputasi. Buahnya, pesan yang Anda kirimkan lebih sering masuk ke tab utama.

Lalu, bagaimana caranya? Verifikasikan email list untuk menghindari invalid data, kemudian, kirimkan pesan secara manual untuk meningkatkan keterbukaan pesan. Serta, atur frekuensi pengiriman pesan. Maksudnya, Anda dapat mengirimnya secara bertahap. Misalnya, mengirim hanya pada 20 orang per harinya dalam jarak satu minggu. Kemudian, meningkatkan jumlahnya di tiap minggunya. Tujuannya supaya perilaku ini dipandang normal oleh sistem.

Minta Bantuan Subscriber

Sederhananya, Anda meminta subscriber untuk menempatkan domain email Anda ke dalam kontaknya. Cara ini akan berjalan dengan baik meskipun email berisi tentang promosi. Tidak masalah bila inbox ini masuk dalam tab promosi. Karena kenyataannya, pesan seperti ini akan berpindah ke halaman utamanya. Untuk memindahkannya, berikan instruksi sederhana agar penerima dapat melakukannya. Setidaknya, kemauan pengguna untuk menandai pesan sebagai pilihan utamanya memungkinkan sistem layanan melunak.

Kelompokkan Email List sesuai Preferensinya

Kenali alasan kenapa seseorang berlangganan di tempatmu. Kemudian, kelompokkan data sesuai alasannya. Tujuan utamanya untuk menyesuaikan jenis konten yang dikirim. Sesuainya konten tentunya akan menarik perhatian target. Ketika pesan sering dibuka, pesan ini akan dinilai sangat penting oleh sistem. Makanya, pesan tersebut lebih sering masuk ke halaman utama.

Kirim Pesan Personal

Pesan dari email marketing ini memungkinkan Gmail tidak menandainya sebagai konten promosi. Tentu saja, isinya sering memperoleh engagement. Ini sekaligus memberikan pengalaman lebih baik bagi penerima. Caranya dengan menyapa penerima dengan namanya. Setelah itu, pastikan untuk membuat jarak dari setiap paragraf atau kalimat. Tujuannya untuk memudahkan proses baca. Tidak hanya itu saja, kirimkan konten yang tepat untuk list. Konten seperti ini bakalan lebih banyak mendapatkan tanggapan. Minimal, pesannya tidak diabaikan atau dihapus begitu saja.

Bijak dalam Menyisipkan Link dan Gambar

Ingat, trigger keaktifan filter sistem berasal dari tautan dan gambar. Meskipun Anda membutuhkannya untuk menarik perhatian sekaligus mengarahkannya ke website, tetap saja keinginan ini tidak boleh dipaksakan. Ada baiknya menghindari risiko seperti spamming. Caranya dengan menyematkan tautan yang tepat. Maksimal, gunakan 2 link dengan bahasa yang tidak terkesan promosi.

Begitu pun dengan gambar. Sisipkan gambar secukupnya. Kalau memungkinkan, hindari untuk menggunakannya. Ada kalanya, menggunakan plain text yang menjadi metode kuno dari email marketing bisa Anda gunakan. Alasannya, metode ini lebih bersahabat dengan sistem. Jadi, pesan akan mendarat sempurna pada halaman utama.

Perhatikan Waktu Pengiriman

Selain beberapa hal di atas, Anda juga perlu menyadari bahwa tidak setiap waktu penerima pesan akan membuka email, apalagi sampai berinteraksi. Perilaku ini sebenarnya sudah terpola, artinya ada waktu khusus di mana kebanyakan orang menyempatkan diri untuk membuka notifikasi dari email. Di sinilah Anda sebenarnya harus memaksimalkannya.

Untuk waktunya sendiri, Selasa dan Jumat merupakan waktu ideal. Penerima memiliki cukup banyak waktu untuk membuka email. Jika pesan terbaca, Anda akan memperoleh keuntungan. Misalnya, memintanya untuk menandainya sebagai email penting, hingga mengkonversinya sebagai pembeli dan lain sebagainya.

Singkatnya, hindarilah format pesan yang dapat mengaktifkan filter layanan. Jika Anda berhasil, strategi email marketing akan bekerja maksimal ke depannya. Karena, segala bentuk penawaran terus mendarat pada halaman utama penerima.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M) Edt (P.J)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia