Kenali Black Hat Email Marketing yang Harus Anda Hindari

Bukan tidak mungkin jika seorang marketer mengambil jalan pintas yang salah dalam melakukan strategi email marketing di tengah kompetisi pasar yang semakin sengit. Maka, tidak sedikit pula yang mencoba black hat email marketing.

Strategi black hat email marketing dilakukan apabila seorang marketer tidak lagi melakukan strategi yang legal dalam aktivitas pengiriman email kepada audiens. Sebelum mengetahui lebih jauh tentang ini, Anda perlu memahami definisinya terlebih dahulu.

Definisi Black Hat Email Marketing

Black hat email marketing dapat diartikan sebagai tindakan marketing via email yang dilakukan melalui serangkaian cara yang tidak etis atau ilegal dalam pelaksanaan aktivitas email marketing yang seharusnya.

Meski demikian, sayangnya black hat email marketing masih merajalela dan dilakukan oleh beberapa company dan user yang ingin meraup profit secara instan.

Apa Saja Bentuk Blackhat Email Marketing?

Banyak user yang melakukan praktik ini beranggapan bahwa mereka telah menciptakan jalan pintas untuk keberhasilan strategi marketing mereka dalam jangka pendek. Namun tanpa disadari, strategi ini justru dapat menjerumuskan mereka.

Maka dari itu, Anda perlu menghindarinya. Namun sebelum itu, berikut adalah beberapa bentuk black hat email marketing yang perlu Anda ketahui:

1. Illegal Email List

Salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh company dalam black hat email marketing adalah mengembangkan illegal email list. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara membeli sejumlah daftar alamat email yang kemudian akan menjadi audiens dari campaign yang dikirim.

Mungkin mulanya Anda akan berpikir bahwa ini adalah jalan pintas yang mampu menunjang produktivitas dan meningkatkan metrik sebagai tolok ukur keberhasilan email marketing yang dilakukan.

Namun percayalah, membangun email list yang ilegal adalah salah satu cara cepat dalam merusak infrastruktur dan reputasi sistem email Anda, sehingga justru kerugian lah yang akan Anda dapatkan.

2. Absennya Unsubscribe Button

Semua tentang email marketing adalah persetujuan. Sama halnya dengan persetujuan audiens yang diperlukan ketika mereka menerima email, penting bagi Anda untuk menyertakan unsubscribe button sebagai salah satu fasilitas bagi audiens yang tidak lagi menginginkan email Anda.

Mengapa hal ini terjadi? Mungkin minat audiens sudah berubah. Atau bisa jadi campaign yang Anda kirim tidak lagi relevan bagi mereka. Maka dari itu, penting bagi email marketer untuk memahami perlunya menyisipkan unsubscribe button.

3. Email Marketing Spam

Biasanya spam terjadi jika Anda mengirimkan terlalu banyak email untuk audiens yang terdaftar pada email list. Penting bagi Anda untuk memperhatikan jumlah email yang Anda kirim sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas audiens.

Bayangkan jika email yang Anda kirim mengisi seluruh inbox hingga menutupi pesan penting yang terkirim pada audiens. Hal ini justru akan menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga besar kemungkinan bahwa audiens akan pergi meninggalkan Anda.

Menghindari Black Hat Email Marketing

Untuk menghindari hal-hal tersebut, diperlukan beberapa hal yang Anda harus lakukan. Sederhananya adalah dengan melakukan strategi marketing yang sehat. Anda dapat memulainya dengan hal-hal kecil.

Misalnya, dengan membangun email list yang sehat. Selain mampu memelihara reputasi email agar tetap baik, email list yang dikumpulkan dengan cara sah akan memberikan Anda benefit yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan frekuensi dan relevansi dari email yang ingin Anda kirim. Dengan memastikan bahwa konten yang terkirim relevan dengan audiens dan frekuensi yang wajar, maka hal itu akan menghindarkan Anda dari aktivitas ilegal ini.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik lainnya di blog kami. Ingin memulai menggunakan produk kami? Daftarkan diri Anda di sini. Jangan lupa subscribe ke email newsletter kami di sini untuk mengetahui artikel, produk, event, dan promosi baru kami.
(K.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia