Cara Menghindari Email Anda Berakhir pada Folder Spam Email

Pebisnis dan marketer sudah umum menggunakan email marketing untuk meningkatkan konversi penjualan. Nyatanya email marketing tidak selamanya efektif, terlebih jika campaign email Anda berujung pada spam folder penerimanya. Jika terjadi, email campaign yang Anda lakukan tidak efektif. Berikut adalah cara menghindari email delivery Anda berakhir pada spam email folder.

Apa Itu Folder Spam Email?

Folder spam email merupakan tempat masuk segala email yang tidak diinginkan. Tujuan utama spam folder adalah mengirim semua email yang tidak diinginkan ke area yang ditentukan. Spam folder membuat spam email tidak terlihat sehingga tidak mengganggu kotak masuk Anda.

Setiap platform email memiliki spam filter-nya sendiri, yang menentukan email mana yang valid dan akan tiba di kotak masuk Anda dan mana yang harus dikirim langsung ke spam folder. Terkadang, email yang memang ditujukan untuk Anda berakhir di spam folder secara tidak sengaja.

Mengapa Anda Harus Menghindari Spam Folder?

Sebagai pebisnis dan marketer keberhasilan email campaign dilihat dari seberapa Return on Investment (ROI) yang dihasilkan dari pengiriman email Anda. Sedangkan ROI, biasanya dihitung dari open rate, conversion rate, click-through rate, dsb. Jika email Anda berakhir pada spam folder, maka tidak akan bisa menghasilkan ROI yang tinggi.

Cara Menghindari Email Delivery Berakhir pada Spam Folder?

Berikut adalah cara menghindari email delivery berakhir pada spam folder.

1. Hindari Menggunakan Keyword yang Tidak Aman

Anda perlu mengetahui beberapa keyword yang tidak aman untuk Anda gunakan di dalam setiap campaign email Anda. Seperti keyword: #1, 100% free, 50%, 100% satisfied, thousand, being a member, deal, give away, prize, you are a winner!, you have been selected, 1 month trial offer, dan $$$. Terdapat banyak keyword lainnya yang perlu Anda hindari, lihat selengkapnya di sini.

2. Buatlah Email Campaign yang Menarik

mail campaign yang terlalu berfokus pada promosi secara hard selling produk atau jasa Anda akan membuat penerima email Anda merasa bosan dan kehilangan minat. Cobalah untuk mengirimkan berbagai email yang interaktif. Seperti menyisipkan GIF, video singkat, graphic design, dsb. Hal tersebut akan membantu Anda untuk meningkatkan click-through rate email Anda.

3. Tingkatkan Open Rate

Anda dapat meningkatkan open rate email Anda dengan cara membuat subject line yang relevan dengan isi email Anda. Buatlah email subject line yang eye-catching, tidak terlalu kaku, dan hindari membuat subject line yang terlalu clickbait dan tidak relevan dengan isi email. Dengan begitu, penerima email Anda akan tertarik untuk membuka email Anda.

4. Tingkatkan Engagement

Provider biasanya akan memeriksa kembali email yang tidak aktif pada mail list Anda. Jika Anda memiliki sejumlah besar email address dan sebagian besarnya tidak, itu akan dianggap sebagai red flags untuk filter spam. Periksa pelanggan yang belum terlibat dengan email Anda untuk sementara waktu. Meskipun mereka tidak ingin menerima email dari Anda akan berhenti berlangganan.

5. Buatlah Email yang Mobile Friendly

Karena tidak semua penerima campaign email Anda akan membuka email menggunakan perangkat seperti laptop atau komputer, maka ada baiknya jika Anda mengatur email Anda agar lebih mobile friendly. Karena saat ini, hampir semua orang memiliki aplikasi email di dalam smartphone mereka masing-masing karena dinilai lebih fleksibel.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik lainnya di blog kami. Ingin memulai menggunakan produk kami? Daftarkan diri Anda di sini. Jangan lupa subscribe ke email newsletter kami di sini untuk mengetahui artikel, produk, event, dan promosi baru kami.

(A.D)

MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia