Apakah Mengirimkan Email Feedback Itu Penting?

Dalam berbisnis, adakalanya Anda akan merasa buntu pada bisnis dan keuntungan semakin menurun. Jika hal ini terjadi, artinya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Feedback dari pelanggan tentang produk yang dijual dapat membantu Anda untuk mengetahui apa yang salah pada bisnis. Feedback ini akan berguna untuk mengetahui pandangan pelanggan terhadap produk. Sehingga, masukan-masukan dari pelanggan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui beberapa hal yang mungkin saja luput dari penglihatan Anda. Hal ini tentu akan sangat berguna untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan apa yang diingkan oleh pasar.

Anda dapat memanfaatkan email marketing untuk mendapatkan feedback dari pelanggan. Bagaimana caranya?

  1. Fokus Pada Desain yang Sederhana
    Paling pertama yang perlu diperhatikan ketika akan meminta feedback pada pelanggan melalui email marketing adalah desain. Anda harus mendesain email sesederharana mungkin dan berfokus pada pesan yang ingin disampaikan. Dengan menggunakan desain email yang sederhana, dapat membantu memusatkan perhatian pelanggan pada pesan yang ingin disampaikan dan memancing pelanggan untuk mengklik tombol untuk mengisi survei.

  2. Lebih Personal
    Pelanggan akan lebih menyukai ketika isi email terasa lebih personal, seakan Anda mengajak pelanggan untuk mengobrol tentang fitur pada produk Anda. Ketika isi email hanya seperti template dan terasa kaku, tentu hal tersebut dapat mengurangi potensi pelanggan untuk mengklik tombol survei.

    Dengan sentuhan personal, pelanggan akan merasa dirinya penting karena turut andil dalam penyempurnaan produk-produk Anda. Lalu bagaimana caranya agar lebih personal dengan pelanggan? Anda dapat mengisi subjek email dengan menyebutkan nama pelanggan. Seperti pada fitur di MTARGET, Anda dapat menggunakan nama depan bahkan nama lengkap pelanggan berdasarkan label tertentu. Label ini akan membantu Anda untuk mengkategorikan pelanggan. Misalnya, kategori pelanggan yang sering melakukan transaksi, pelanggan yang baru melakukan transaksi. Atau Anda dapat menggunakan informasi seputar pelanggan, misalnya tempat mereka bekerja, kesukaan mereka, atau bahkan riwayat pembelian mereka.

Baca Juga
  1. Tekankan Bahwa Feedback itu Penting
    Beri tahu kepada pelanggan seberapa pentingnya feedback yang akan berdampak pada rencana produk Anda kedepannya. Karena pada dasarnya feedback digunakan untuk mencari tahu apa yang dipikirkan pelanggan tentang produk yang dijual. Dengan begitu, pelanggan akan merasa diperhatikan karena dianggap apa yang dipikirkan pelanggan adalah hal penting.

  2. Berikan Penawaran Menarik
    Dengan memberikan penawaran menarik seperti diskon, ebook, dan hal-hal yang menarik lainnya, akan mendorong pelanggan untuk meningkatkan potensi mengisi survei. Hal ini hampir mirip dengan sistem barter, ada proses tukar menukar. Anda memberikan survei dengan harapan dapat mengetahui pandangan pelanggan tentang produk Anda, pelanggan mengisi survei dengan harapan mendapatkan penawaran menarik dari Anda.

Mengirimkan email berisi survei tentang produk adalah salah satu hal yang mampu menumbuhkan bisnis. Anda akan mendapatkan informasi tentang bagaimana produk yang dijual di mata pelanggan. Selain itu juga dapat memberikan inspirasi bagi Anda dalam merencanakan inovasi-inovasi kedepannya pada produk yang dijual.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia