Apa yang Terjadi Apabila Kita Membalas Email Spam?

Email adalah platform yang digunakan banyak orang untuk saling berkomunikasi secara digital selain sosial media. Kita mendapatkan email di inbox, baik itu dari email teman, promo dan lain-lain. Dan hal yang tidak dapat dihindarkan adalah kita pasti pernah mendapatkan email spam.

Email spam adalah email yang tidak diinginkan oleh user yang umumnya dikirim oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Contoh email spam adalah email yang berisi iklan, undian, penipuan atau phising. Penyebab email dapat masuk kedalam kategori email spam adalah karena Anda menggunakan IP address server email dengan reputasi yang buruk atau mungkin terkena filter konten email karena isi email yang mengandung konten yang tidak pantas.

Anda juga perlu lebih teliti dalam menyikapi email spam. Umumnya, untuk mengidentifikasi apakah email yang Anda terima termasuk email spam atau tidak adalah dengan mengecek siapa pengirim emailnya, lihat nama dan alamat email pengirim apakah menggunakan nama yang dapat dipercaya atau tidak. Kemudian cek isi email yang dikirim, apakah aman atau tidak. Apabila pengirim menyertakan link, Anda dapat mengeceknya terlebih dahulu, dengan menggunakan layanan pengecek link phising agar sebelum Anda meng-klik nya, data Anda aman dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Namun pernahkah terbersit di pikiran Anda apabila membalas email spam dan apa yang akan terjadi? Anda harus paham bahwa email spam umumnya email penipuan, meskipun kadang ada beberapa email yang sebenarya bukan email spam namun masuk ke kategori email spam kita. Yang perlu diketahui adalah Anda perlu melihat konten yang dikirim, karena bisa saja pengirim hanya mengirimkan email spam nya secara acak yang berisi iklan atau berisi informasi yang sifatnya satu arah. Namun, apabila Anda mendapatkan email yang berisi penipuan bermoduskan bisnis, hadiah undian, atau pencari kerja, email yang seperti ini yang biasanya pengirim akan membalas respon dari penerimanya.

Baca Juga

Lalu apa yang terjadi? Pengirim akan merespon apabila Anda membalas email spam nya. Kemudian pengirim akan terus meyakinkan Anda untuk mengikuti apa yang dikatakannya, sampai Anda benar-benar yakin untuk mengikuti tawaran yang diberikan oleh pengirim. Jika Anda membalas kemudian setelanya mengabaikan emailnya, pengirim akan mengirim email ke Anda lagi untuk terus mengingatkan Anda dengan tawaran penipuan dari pengirim.

Celakanya, jika Anda membalas email spam tersebut, email yang sebelumnya dianggap spam akan dianggap email yang nyata dan akan terus masuk ke inbox Anda selama pengirim mengirimkan email. Satu-satunya cara agar tidak diteror oleh penipu adalah dengan melakukan filter dengan menjadikan email penpuan tersebut menjadi mark as spam. Dengan begitu, email penipuan tersebut akan kembali masuk kategori spam dan tidak akan mengganggu Anda.

Jadi, bagaiman dengan Anda? Tertarik untuk membalas email spam atau email penipuan? Jika Anda hanya sekedar ingin tahu maka cobalah. Namun jika Anda ingin menganggap email tersebut secara serius, baiknya Anda melakukan hal lain yang lebih bermanfaat karena hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia