Apa Saja KPI Project Management Metrics?

Key Performance Indicator (KPI) merupakan sebuah metrik terukur yang membantu project manager yang menentukan kinerja proyek secara keseluruhan dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Keberhasilan dalam suatu proyek ditentukan dalam anggaran, jadwal, ruang lingkup, dan tingkat kualitas yang telah ditentukan sebelumnya.

KPI project management terdiri dari berbagai tools pengukuran khusus untuk menunjukkan seberapa baik perusahaan mencapai tujuan tertentu. KPI dapat digunakan sebagai tools yang efektif. KPI dalam project management juga menunjukkan bahwa terdapat banyak cara untuk mencapai keberhasilan proyek. Berikut ini adalah KPI Project management metrics:

KPI Project Management Metrics

1. Cost Performance Index

Cost Performance Index (CPI) mengukur efisiensi manajemen keuangan dalam sebuah proyek. Menggunakan CPI metrics, dapat membuat project manager mengambil keputusan yang mempengaruhi pengiriman proyek sesuai anggaran. CPI dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

CPI = Earned Value (EV) / Actual Costs (AC)

Keterangan:

EV = Anggaran biaya pekerjaan selesai

AC= Biaya aktual yang dikeluarkan

2. Budget Variance

Budget Variance (BV) dilakukan secara berkala untuk mengukur selisih antara perkiraan pengeluaran atau earned value dan angka sebenarnya. Selain itu, Cost Variance (CV) digunakan untuk melacak item pengeluaran dalam kegiatan proyek. Budget variance dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

BV/CV = Earned Value (EV) – Actual Value (AV)

Keterangan:

EV = Nilai yang diperoleh

AV = Nilai aktual

3. Profitability

Menentukan profitabilitas suatu proyek bukanlah tugas yang mudah dilakukan, karena project manager perlu menghitung pengembalian untuk memutuskan apakah suatu proyek layak untuk bisnis tersebut. Profitabilitas diukur pada tiga tingkat:

Profitabilitas = Jumlah yang dapat ditagih – Total biaya

Keterangan:

  • Jumlah yang dapat ditagih = (Jam yang dapat ditagih x Tarif yang dapat ditagih) + Biaya yang dapat ditagih
  • Total Biaya = (Jam yang dihabiskan untuk proyek x Tingkat tenaga kerja) + Semua biaya

Profitabilitas juga memiliki implikasi sebagai berikut:

  • Saldo > 0 =Untung
  • Saldo= 0 =Break even
  • Saldo < 0 =Rugi

4. Planned Value

Planned Value (PV) adalah komponen inti dari rencana manajemen biaya dan bertujuan untuk menetapkan kinerja keuangan dasar terhadap hal yang diidentifikasi dalam sebuah proyek. Planned value dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

PV = Budget at Completion (BAC) x Persentase yang direncanakan selesai

Keterangan:

BAC= Anggaran saat penyelesaian

5. Billable Utilization

Billable utilization adalah rasio jam yang tersedia terhadap jam yang dapat ditagihkan kepada klien. Hal ini mengukur waktu yang dihabiskan untuk menghasilkan pendapatan dan membandingkannya dengan pendapatan yang diharapkan, sehingga project manager memiliki cara untuk mengukur kinerja selama pelaksanaan tugas. Billable utilization dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Billable Utilization = (Jumlah yang dapat ditagih / Jumlah jam yang tersedia) x 100%

6. Schedule Performance Index

Schedule Performance Index (SPI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur kemajuan penyelesaian terhadap suatu jadwal. Hal ini dapat menghilangkan dugaan dan memungkinkan project manager untuk memberikan perbaikan tepat waktu dan meningkatkan efisiensi sumber daya. SPI dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

SPI = Earned Value (EV) / Planned Value (PV)

Keterangan:

Jika nilai SPI Anda >1, artinya Anda lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

7. Employee Churn Rate

Employee churn rate adalah persentase antara anggota tim yang telah meninggalkan perusahaan. Jika tingkat employee churn rate tinggi maka dapat mempengaruhi efisiensi proyek. Anda dapat menghitung employee churn rate dengan rumus ini:

Employee Churn Rate = (Karyawan yang keluar / Rata-rata jumlah karyawan) x 100

8. Resource Capacity

Perencanaan kapasitas sumber daya membantu project manager untuk mengalokasikan sumber daya di tempat yang paling dibutuhkan untuk memperoleh nilai maksimum. Resource capacity dapat membantu dalam menghilangkan sumber daya yang kurang terampil, menyesuaikan jadwal proyek agar sesuai dengan kapasitas yang ada dan memastikan kualitas yang dihasilkan optimal. Resource capacity dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Resource Capacity = Jam kerja yang tersedia per hari x total jumlah hari kerja yang dialokasikan untuk proyek.

9. On-Time Completion Percentage

Tingkat penyelesaian proyek yang tepat waktu dapat membantu project manager untuk melacak efisiensi dan meningkatkannya. Estimasi yang benar adalah keterampilan penting bagi project manager. On-time completion percentage dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

On Time Completion Rate =  (Jumlah proyek selesai tepat waktu / Jumlah total proyek) x 100%

10. Planned Hours vs Time Spent

Untuk melacak kemajuan tugas dengan memperhitungkan perbedaan antara durasi terjadwal dan waktu eksekusi aktual, metrik ini sesuai untuk digunakan. Aktivitas kegiatan harus diselesaikan tanpa penundaan agar proyek dapat memenuhi batas waktunya. Jika waktu yang dihabiskan melebihi waktu yang telah direncanakan, maka terdapat karyawan yang tidak produktif.

Planned Hours vs Time Spent = Perkiraan waktu – Waktu aktual yang dihabiskan

Itu dia 10 KPI project management metrics yang telah kami rangkum. Perlu diingat seorang project manager yang cerdas dapat menggunakan KPI tidak hanya sebagai tools manajemen kinerja, tetapi dapat menjadi sebuah motivasi. Menggunakan KPI project management yang diukur secara konsisten dapat membantu manajer proyek dengan cara objektif, adil, dan kuat.

Baca Juga

Selain itu, dapatkan juga tips dan trik menarik seputar KPI lainnya pada blog kami Ingin memulai campaign email marketing dengan kami Daftarkan diri Anda di sini.

(S.A)