Apa itu Webhook?

Apa itu Webhook?

Bayangkan Anda memiliki toko online dan ingin menawarkan diskon khusus untuk siapa pun yang membuka email Anda dalam 24 jam pertama. Anda dapat melakukannya secara manual, dengan memeriksa statistik email Anda secara teratur dan mengirimkan secara manual kepada mereka yang membuka kode diskon. Tapi itu akan memakan banyak waktu, bukan?

Atau Anda dapat melakukannya secara otomatis dengan webhook, yang akan memicu pesan dengan diskon tambahan kepada siapa saja yang membuka email Anda. Kedengarannya lebih efisien, bukan?

Sederhananya, webhook adalah peristiwa yang memicu tindakan. Dalam kebanyakan kasus, mereka digunakan untuk komunikasi antar sistem. Ini adalah cara paling sederhana untuk mendapatkan peringatan ketika sesuatu terjadi di sistem lain. Mereka disebut webhook karena berfungsi sebagai software hooks melalui web.

Bagaimana Cara Kerja Webhook?

Mari kita ambil bank Anda sebagai contoh. Saat Anda melakukan penarikan menggunakan ATM, mesin akan memeriksa saldo Anda dan memberikan jumlah yang Anda minta. Setelah operasi ini selesai, saldo Anda diperbarui dan perubahan ini memicu tindakan – SMS dikirim dengan rincian penarikan.

Begitulah cara kerja webhook. Suatu tindakan berfungsi sebagai pemicu untuk tindakan lain. Selebihnya adalah arsitektur populer yang digunakan untuk berkomunikasi antar sistem.

Webhook adalah panggilan balik (callback) HTTP: HTTP POST yang terjadi ketika sesuatu terjadi, pemberitahuan peristiwa melalui HTTP POST. Webhook digunakan untuk pemberitahuan waktu nyata, sehingga sistem Anda dapat diperbarui tepat saat acara berlangsung.

Paling umum, webhook adalah titik panggilan balik HTTP yang ditentukan oleh pengguna. Mereka memungkinkan Anda untuk mendaftarkan URL http:// atau https:// tempat data acara dapat disimpan dalam format JSON atau XML. Setelah itu, Anda akan dapat melakukan apa yang Anda inginkan dengan data yang Anda ambil dan simpan dari peristiwa tertentu.

Mengapa Kita Membutuhkan Webhook?

Ada dua cara aplikasi Anda dapat berkomunikasi satu sama lain untuk berbagi informasi: polling dan webhook. Dalam contoh ini adalah perbankan, polling akan pergi ke bank Anda dan menanyakan berapa saldo Anda setiap kali Anda melakukan penarikan.

Saat ini, setiap orang membutuhkan cara yang lebih sederhana untuk mengeluarkan data secara real time, sehingga mereka dapat dengan mudah melakukan apa pun yang mereka inginkan dengannya. Artinya, tidak ada polling setiap menit untuk ekspor besar yang kemudian perlu diuraikan oleh sistem Anda, berisiko membebani sistem atau kehilangan data jika ada bug. Menggunakan HTTP adalah solusi yang lebih sederhana dan mudah, karena webhook adalah pesan otomatis yang dikirim dari aplikasi saat terjadi sesuatu.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia