8 Product Development Trends yang Harus Anda Ketahui

Product development merupakan rangkaian yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk atau ide yang disesuaikan dengan selera pasar. Selera pasar tentunya akan berubah-ubah, untuk itu seorang pebisnis atau marketer harus terus melakukan product development. Berikut adalah 8 product development trends yang harus Anda ketahui.

Apa Itu Product Development Trends?

Dimulai dengan perencanaan produk, product development process mencakup semua tahapan yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk dari suatu konsep atau ide yang sesuai dengan target pasar. Fase ini meliputi pembuatan konsep, desain, pengembangan, dan strategi pemasaran produk.

Pengembangan produk adalah bagian yang sangat penting dari bisnis. Baik produk  baru maupun re-branding. Karena seiring berjalannya waktu, konsumen tentu menginginkan produk yang selalu relevan dan memenuhi kebutuhan mereka saat ini.

Selain itu, pengembangan produk dapat mencegah kebosanan pelanggan. Konsep ini sama dengan iklan yang membosankan perlu diperbarui agar produk tetap terlihat baru. Oleh karena itu, Anda akan jarang menemukan brand yang tidak mengembangkan produk (setidaknya mengubah desain produk) dalam jangka waktu yang lama.

Memang ada beberapa produk yang mempertahankan desain aslinya selama bertahun-tahun untuk menekankan karakteristik mereka dan menjadi nilai jual mereka sendiri. Namun, tidak banyak perusahaan yang dapat bertahan dengan strategi pengembangan bisnis seperti itu.

Product Development Trends yang Harus Anda Ketahui

1. Social Media Is A MUST!

Di era perkembangan social media yang sangat cepat seperti sekarang, pebisnis dan marketer perlu memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin. Karena social media saat ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan personal, tetapi juga untuk berbisnis. Anda bisa memasarkan produk Anda melalui social media dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia.

Kenapa social media sangat harus digunakan? Social media memiliki pengguna yang sangat banyak dari berbagai penjuru dunia, social media juga biasanya memiliki algoritma yang sesuai dengan aktivitas dan ketertarikan penggunanya, selain itu dengan social media juga dapat meningkatkan brand awareness kepada audiens Anda.

2. Go Viral

Dengan memanfaatkan social media sebaik mungkin, dari mulai pembuatan konsep hingga penggunaan hashtag yang relevan, pemilihan musik, dan lainnya, Anda bisa membuat konten dan produk Anda menjadi viral. Untuk bisa mencapai ini, Anda perlu melakukan riset mendalam terkait tren-tren terbaru yang ada di social media.

Go viral dapat membantu bisnis Anda untuk semakin dikenal masyarakat, sehingga dengan pembuatan konten yang menarik juga akan mendorong mereka untuk membeli produk Anda. Banyak brand ternama yang sudah berhasil menghasilkan banyak konversi dari konten yang viral, contohnya bisa dilihat di sini.

3. Good Copywriting

Tidak diragukan lagi bahwa copywriting adalah salah satu elemen penting untuk menghasilkan konversi yang tinggi, karena copywriting yang menarik akan selalu menjadi product development, sehingga sangat penting untuk terus memikirkan ide-ide tulisan yang dapat mendorong audiens agar tertarik untuk melakukan suatu tindakan yang Anda inginkan.

4. Good Visual

Selain itu, product development yang perlu Anda lakukan adalah pembuatan visual yang menarik. Visual adalah hal pertama yang dilihat oleh audiens Anda, sehingga visual adalah hal terpenting dalam pembuatan konten marketing. Visual yang dimaksud berupa tanda, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, desain industri, periklanan, dan animasi.

5. Storytelling

Berdasarkan pemantauan melalui social media, kami melihat bahwa saat ini konten marketing yang berbentuk storytelling juga mulai diminati. Konten marketing menggunakan storytelling bisa Anda gunakan sebagai suatu cara untuk melakukan product development. Konten storytelling biasanya diawali dengan pembukaan, klimaks, dan penutup.

Penutupnya biasanya dengan cara membicarakan produk mereka, dan ajakan untuk membeli produk tersebut. Anda dapat menentukan gaya storytelling seperti apa yang cocok untuk bisnis Anda. Pastikan bahasa yang Anda gunakan ringan, agar audiens tidak merasa bosan dengan konten Anda.

6. E-Commerce

Product development selanjutnya adalah pemanfaatan e-commerce untuk bisnis Anda. Jika Anda berhasil mendapatkan tanggapan positif dari audiens social media Anda, biasanya mereka akan langsung menuju tempat dimana produk Anda dijual, untuk kemudahan bersama, Anda bisa menjual produk Anda melalui e-commerce.

Untuk itu, Anda perlu menyisipkan link produk atau link toko Anda pada setiap konten yang Anda unggah melalui social media. Bisa melalui caption, ataupun melalui bio yang terdapat pada profil akun bisnis Anda. Pastikan bahwa link yang Anda sisipkan langsung direct ke produk atau toko Anda.

6. Digital Ads

Product development selanjutnya adalah Anda perlu untuk melakukan dan memaksimalkan digital ads untuk menghasilkan konversi yang lebih tinggi. Digital ads dapat berupa Instagram Ads, Facebook Ads, Google Ads, ataupun layanan iklan yang diberikan oleh e-commerce tempat Anda menjual produk Anda.

7. Packaging

Last but not least, Anda perlu membuat packaging yang fresh. Packaging nyatanya juga sangat mempengaruhi calon pelanggan, karena packaging bisa dianggap sebagai “wajah” dari produk Anda. untuk itu, perbaharuilah packaging Anda agar terlihat lebih fresh. Namun, pastikan kembali bahwa packaging yang baru tidak menghilangkan identitas produk Anda.

Baca Juga

Dapatkan tips dan trik menarik lainnya di blog kami. Ingin memulai menggunakan produk kami? Daftarkan diri Anda di sini. Jangan lupa subscribe ke email newsletter kami di sini untuk mengetahui artikel, produk, event, dan promosi baru kami.

(A.D)

MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia