7 Langkah Efektif untuk Mendapatkan Respons Pelanggan di Email

Dalam dunia bisnis, email marketing memiliki peranan yang cukup penting, karena mengirimkan email marketing adalah langkah pertama marketing di bisnis digital. Email sangat mudah dikirim, tetapi juga mudah diabaikan. Dengan rata-rata 120 email masuk di inbox tiap pekerja kantor setiap hari, memastikan agar email Anda dibaca dan mendapat respons bisa menjadi rumit. Ada 3 objektivitas yang harus dicapai apabila ingin email marketing Anda berhasil: pastikan pelanggan membuka pesan Anda di email, pastikan mereka membaca email Anda, dan pastikan mereka mengklik tautan yang dicantumkan dalam email.

Untuk mendapatkan tiga hal di atas, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para marketer yang menggunakan email sebagai channel marketing-nya. Pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi sedikit tips and trik agar Anda bisa mendapatkan respons dari para customer sesuai dengan tiga hal tersebut.

  1. Kirim Pesan untuk Pelanggan yang Membutuhkan Produk
    Salah satu keuntungan dari email marketing adalah Anda bisa berbicara dengan para customer melalui email, hal ini tentu dapat memangkas jarak antar marketer dengan para konsumen sehingga komunikasi dapat semakin mudah dan dekat. Spesifikasikan email dan kategorikan kepada siapa pesan ini Anda tuju. Misalkan, bila Anda mempunyai produk yang berorientasi pada peralatan bayi, maka target yang dikirimkan email adalah ibu rumah tangga. Jangan kirimkan ke mahasiswa karena kebutuhan dan keinginannya jelas berbeda dengan ibu rumah tangga.

  2. Gunakan Headline yang Menarik
    Anda bisa membuat headline dalam email semenarik mungkin. Pastikan subjek email yang digunakan bisa mengalihkan perhatian penerima email. Namun, jangan berikan headline yang tidak relevan dengan konten yang ditawarkan. Misalnya Anda memberikan headline “Sunday Morning Garage Sale!” akan tetapi email tersebut justru berisi mengenai penjelasan produk panci kualitas utama, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan event Garage Sale yang akan diselenggarakan. Jangan sampai Anda diblacklist atau report as spam karena headline dan konten yang tidak relevan.

  3. Mulai Buat Pesan dengan Permintaan yang Jelas
    Selalu ingat tujuan Anda dalam mengirim email: dapat dimulai dengan menggambarkan respons yang diinginkan. Email yang ditulis dengan kata-kata yang lebih sederhana dan lebih sedikit kata atau kalimatnya dianggap lebih optimal. Anda bisa membuat email yang to the point, jika ingin memberikan penawaran, Anda bisa langsung membuatnya seperti: “Diskon 30% setelah klik gambar, waktu terbatas!” atau “Dapatkan potongan harga hingga 50% dengan klik tombol ini”. Dengan pesan yang jelas dan kalimat yang persuasif, tentu akan lebih menarik perhatian penerima email.

Baca Juga
  1. Perhatikan Jumlah Kata dalam Isi Email
    Untuk meningkatkan tingkat respons customer hingga setengahnya, jaga email Anda antara 50 dan 125 kata, menurut suatu studi, tingkat respons turun perlahan dari 50% untuk pesan 125 kata menjadi sekitar 44% untuk pesan 500 kata. Email yang berisikan kata di atasnya tentu saja akan menurun secara dramatis. Selain memperhatikan jumlah kata, Anda perlu memperhatikan juga diksi yang dipakai. Pastikan untuk menggunakan diksi yang bersifat lebih personal, dapat dengan menggunakan {firstname}, kata ganti ‘kita’, ‘kamu’, dan sebagainya.

  2. Libatkan Emosi
    Sebuah studi menunjukkan bahwa menggunakan kata-kata berupa emosi positif atau negatif dalam jumlah yang cukup, seperti: hebat, senang, buruk, benci, marah, dan mengerikan dapat meningkatkan tingkat respons email sebesar 10% hingga 15% dibandingkan email yang netral. Oleh karena itu, Anda perlu melibatkan emosi dalam isi email agar lebih dekat dan intim dengan penerima email. Namun perlu diingat, gunakan emosi positif saja untuk menimbulkan kesan yang baik.

  3. Memperhatikan Unsur di Kata
    Gunakan huruf tebal dan highlight untuk menyorot respons yang ingin Anda dapatkan. Hal tersebut mungkin tidak akan muncul di semua penerima email karena bergantung pada kompatibilitas program email, tetapi cara ini sah-sah saja untuk dicoba. Anda juga bisa menambahkannya dengan menggunakan poin-poin untuk meningkatkan keterbacaan, dan menggunakan teks warna yang berbeda untuk menarik perhatian.

  4. Berikan Reward Bagi yang Membuka Email
    Janjikan sesuatu yang bermanfaat seperti tips, penawaran khusus, atau produk yang unik. Namun, pastikan agar janji bisa ditepati. Karena dapat dipastikan, bahwa banyak dari pengguna internet kurang percaya pada tawaran-tawaran yang ada di internet karena dianggap sebagai spam. Jadi, buatlah sebaik mungkin agar konsumen Anda percaya pada tawaran yang diberikan.

Patut diingat bahwa kesuksesan marketing adalah menaruh pesan yang tepat ke orang yang tepat di waktu yang tepat. MTARGET hadir untuk membantu memudahkan Anda mengirimkan email marketing dan email automation. Dengan MTARGET, Anda dapat mengelola kontak para pelanggan dengan memberikan pelabelan yang diinginkan, sehingga dapat mengirimkan email dengan lebih tepat sasaran.

Jadi, sudahkah Anda siap mengejar pelanggan hari ini?

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(H.A)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia