7 Cara Memulai Email Marketing untuk Bisnis

Email marketing telah banyak berubah sejak Constant Contact memperkenalkan alat pemasaran email pertama untuk bisnis kecil pada tahun 1998. Namun yang tidak berubah adalah keefektifannya.

Studi menunjukkan bahwa email marketing terus mengungguli channel digital marketing lainnya termasuk media sosial dan search paid. Namun, saat ini masih banyak para pelaku bisnis pemula masih bingung bagaimana cara memulai dan memaksimalkan email marketing sebagai channel marketing mereka. Oleh karena itu, berikut ini kami merangkum 7 cara memulai email marketing untuk bisnis pemula.

1. Mengumpulkan database email
Dalam mengumpulkan database, seorang marketer biasanya mulai mengumpulkan daftar kontak email marketing calon customer Anda dengan lead magnet. Lead magnet merupakan hal yang kita berikan kepada calon atau customer kita untuk mendapatkan data yang kita inginkan.

Misalnya jika lead magnet Anda untuk subscribe newsletter Anda atau ebook Anda, biasanya data yang didapat hanya sedikit, seperti nama, alamat email, dan nomor telepon saja. Namun, ketika lead magnet yang Anda tawarkan besar, seperti voucher potongan harga, free trial, dan sebagainya, maka data yang Anda dapatkan bisa lebih lengkap, misalnya seperti nama, email, telepon, perusahaan, pekerjaan, birthdate, dan sebagainya yang tentunya data tersebut dapat membantu Anda untuk lebih mengenali mereka lebih dalam.

Lead magnet ini bisa Anda bagikan di berbagai channel digital marketing Anda untuk menarik perhatian audiens. Selain itu, cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan leads berkualitas adalah dengan mengikuti pameran, exhibition, dan mengadakan event sendiri.

2. Memilih tools email marketing
Selanjutnya, ketika Anda sudah memiliki database untuk dikirimi email marketing, kini saatnya Anda untuk memilih tools penyedia layanan email marketing yang akan digunakan untuk mengirimkan campaign email marketing Anda.

Dalam hal ini, MTARGET sebagai salah satu penyedia Marketing Automation tools #1 di Indonesia, memiliki tools email marketing yang akan membantu kegiatan digital marketing Anda berjalan dengan lancar. MTARGET juga memiliki tools Customer Insight yang dapat membantu Anda untuk memantau performa campaign yang sudah Anda kirimkan. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan tools Form dan Page MTARGET untuk mendapatkan database customer. Misalnya untuk akuisisi data pelanggan melalui event.

3. Membuat konten email marketing

(Anatomi email marketing)

Tahap ketiga dalam memulai email marketing adalah membuat konten email, konten dalam email marketing terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

  • Subject
    Subjek email merupakan first impression yang akan diterima pembaca ketika membuka email. Karena subjek menjadi baris pertama yang terlihat, buatlah subjek yang singkat, padat, dan menjelaskan apa dari isi pesan tersebut.
  • Preheader
    Preheader merupakan ringkasan isi email yang mengikuti subject line dalam preview yang di tampilkan di inbox. Preheader biasanya digunakan untuk sedikit memberi bocoran isi email sebelum seseorang membukanya.
  • Recipient
    Recipient adalah siapa saja penerima email marketing yang akan Anda kirimkan.
  • Sender
    Sender adalah siapa pengirim dari email marketing Anda.
  • Sent time
    Sent time adalah kapan waktu pengiriman email marketing tersebut, apakah akan dikirim langsung atau akan di schedule.

Selain kelima bagian tersebut, berikut ini anatomi konten email marketing yang harus Anda persiapkan. Selengkapnya mengenai anatomi email marketing bisa Anda baca di sini.

(Anatomi email marketing)

4. Merancang desain email marketing
Setelah selesai membuat gambaran tentang konten email yang akan Anda kirim, kini saatnya untuk membuat desain email marketing Anda dengan menarik. Jika Anda masih bingung bagaimana membuat desain email untuk campaign Anda, dalam email marketing MTARGET, kami memiliki berbagai desain template menarik dengan berbagai tema yang bisa Anda gunakan jika berlangganan MTARGET.

5. Kirim email tes
Setelah selesai membuat konten email dan desain email Anda, kini saatnya untuk melakukan double check campaign email Anda dengan mengirimkannya kepada team sebagai email tes. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dan double check pada email Anda.

Baca Juga

6. Kirim email marketing Anda
Setelah tahap double check melalui email tes dilakukan, kini saatnya mengirimkan campaign email Anda. Sebelum itu, perhatikan ulang recipient, send time, dan konten email yang akan dikirimkan. Jika semuanya sudah ready, ini saatnya untuk mengirimkan campaign email marketing Anda.

7. Pantau report email marketing
Setelah email terkirim, jangan berpikir tahap campaign tersebut sudah selesai. Karena masih ada tahap lainnya yaitu memantau performa campaign email marketing tersebut. Apakah campaign tersebut memiliki engagement yang bagus seperti sent rate, open rate, dan CTR-nya bagus atau malah sebaliknya. Jika engagement email tersebut bagus, maka Anda bisa melanjutkan campaign serupa, namun jika sebaliknya, sebaiknya evaluasi kembali dan lakukan A/B Testing email marketing Anda.

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital marketing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia