6 Contoh Segmentasi Mikro yang Perlu Kamu Ketahui

Segmentasi pelanggan merupakan strategi paling menarik untuk pebisnis yang ingin meningkatkan penjualan. Strategi ini terfokus pada pengelompokan pelanggan sesuai ketertarikan. Setelahnya, pebisnis menindak lanjutinya dengan mengirimkan pesan/informasi relevan ke data pelanggan yang sudah dikelompokkan tersebut.

Penerapan strategi ini nyatanya lebih menguntungkan. Ini ditandai dengan semakin besarnya pesan untuk dibuka, menurunnya pelanggan yang berhenti langganan, hingga meningkatkan penjualan melalui saluran pemasaran email. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengelompokkan konsumen sesuai ketertarikannya? Mari temukan jawabannya di bawah ini.

Segmentasi Konsumen melalui Aplikasi
Pengelompokan konsumen ini ditujukan untuk mengetahui siapa yang benar-benar tertarik dan tidak. Kamu dapat mengenalinya dengan analisa mendalam melalui aplikasi yang telah kamu gunakan. Kamu bisa mencobanya dengan membuat pesan pemasaran yang berisi preferensi pelanggan. Tentunya, ini berkaitan langsung dengan tawaran yang kamu miliki. Misalnya memunculkan opsi tentang landing page berisi produk atau newsletter.

Dari pesan ini, kamu akan mengetahui kategori mana yang membuat pelanggan tertarik. Dan disitulah Kamu menemukan kebutuhannya. Nantinya, kamu bisa mengirimkan pesan yang sesuai.

Temukan Tools yang Digunakan Pesaing
Tools automation membantu pebisnis dalam memudahkan segmentasi pelanggan. Dan setiap pebisnis bisa saja menggunakan tools yang berbeda. Pemilihannya disesuaikan dengan efektivitasnya dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Artinya, tools tersebut memang bekerja lebih efektif ketimbang jenis lainnya.

Kamu perlu menganalisanya. Kemudian, ikuti metodenya dan carilah prospek yang sudah aktif dalam tools tersebut. Cara ini lebih mudah menarik prospek lantaran prosesnya sudah dikenal oleh pelanggan.

Segmentasi List Media Sosial
Media sosial memberikan kesempatan bagi pebisnis untuk menemukan target pasarnya. Ini bisa dilihat dari fitur pencarian yang dapat dimaksimalkan untuk menemukannya. Tentu saja, fitur ini membantu pencarian target sesuai ketertarikan. Bahkan, berbagai jenis informasi yang melibatkan jabatan, lokasi dan lain sebagainya.

Informasi akan berguna untuk menentukan segmentasi pelanggan. Karena, kamu akan memahami apa yang banyak diikuti oleh pengguna media sosial. Caranya dengan membuat sebuah grup atau halaman khusus tentang topik yang banyak dicari. Tetapi, pastikan bahwa topiknya memang sesuai dengan bisnismu. Tujuannya untuk menjaring user masuk ke halaman. Dengan begitu, kamu telah selangkah dalam mengumpulkan pelanggan yang siap dikonversi ke depannya.

Filter Orang Berdasar Ketertarikannya
Memperhatikan apa yang sering dibahas oleh pengikut di media sosial bisa menjadi jalan awal untuk memulai interaksi. Meskipun bahasan ini tidak mewakili produk yang kamu jual. Setidaknya, kamu mulai memperkenalkan diri dengan calon prospek tersebut. Memberikan informasi terkait pemecahan masalah dapat membuatnya semakin memperhatikanmu. Di lain waktu, kamu dapat menunjukkan brand setelah terjalin kedekatan.

Sederhananya, strategi ini menuntun orang dari satu tempat ke tempat lainnya memungkinkannya terus mengikuti. Pada akhirnya, bisnismu semakin dikenal dan mudah diterima jika targetnya sudah yakin.

Maksimalkan Cuaca di Lingkungan Konsumen
Segmentasi pelanggan ini dikaitkan dengan perilaku target pasar berdasarkan cuaca. Tentunya, mengenali lokasinya secara akurat akan sangat bermanfaat. Kamu dapat mengirimkan pesan yang berisi tentang prakiraan cuaca. Kemudian, menyisipkan solusi yang berkaitan dengan produk.

Strategi ini bertujuan supaya Kamu tetap terhubung dengan pelanggan. Begitu pula, kamu dapat memberikan pesan promosi yang kemungkinan sesuai untuk memecahkan masalahnya ketika berada di suasana tersebut.

Kenali Tingkat Keterlibatan Target Pasar
Mengenali seberapa besar keterlibatan target dari kampanye pemasaran menjadi sebuah keharusan. Setidaknya, cara tersebut akan memberi gambaran tentang langkah apa yang sebaiknya Kamu gunakan. Contohnya bila konsumen begitu tertarik dengan webinar, berikan pesan tentang ajakan untuk webinar. Kemudian, lihat perilakunya selama berada di sana.

Ketika target menyelesaikan sesi ini, kamu dapat segera menawarkan layanan atau mengajaknya untuk membeli. Sebaliknya bila berhenti sebelum webinar selesai, kamu dapat mengirimi pesan yang ditujukan untuk memindahkannya ke saluran pemasaran lainnya.

Sederhananya, segmentasi pelanggan di atas merupakan bagian dari strategi untuk terus terhubung dengan konsumen. Yang pada akhirnya, pengelompokan ini memungkinkan pebisnis tetap dapat mengkonversinya dengan berbagai jenis pemasaran yang dinilai sesuai.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M) Edt (P.J)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia