5 Trigger Email Marketing Automation yang Perlu Anda Coba

Beberapa tahun silam, banyak pebisnis yang masih menggunakan taktik email marketing kepada pelanggan mereka tanpa menggunakan personalisasi dan segmentasi terlebih dahulu. Cara ini dinilai tidak produktif, karena mengirimkan email secara bersamaan dalam jumlah besar tanpa personalisasi dan segmentasi bisa berdampak pada reputasi domain email bisnis dan tidak menutup kemungkinan pelanggan Anda menandai pesan Anda sebagai spam.

Menurut sebuah data dari Small Business UK, pada tahun 2017 90% pelanggan di Inggris melakukan unsubscribe pada email marketing karena terlalu banyak mengirimkan email promosi tanpa personalisasi. Alih-alih mengirimkan email secara bersamaan tanpa personalisasi kepada pelanggan, mulailah fokuskan diri pada audiens Anda, ketahui kebutuhan mereka, dan kirimkan email sesuai dengan kebutuhan tersebut. Lakukan segmentasi dan personalisasi terlebih dahulu kepada pelanggan Anda, misalnya segmentasikan mereka berdasarkan interest, lokasi, gender, dan lainnya. Kemudian, kirimkan berikan mereka penawaran menggunakan email automation dan buatlah trigger email yang cocok dengan kebutuhan mereka dan sesuai dengan goals Anda.

Menurut Smart Insights, 2019, email yang menggunakan trigger memiliki open rate lebih dari 71% dan CTR lebih dari 102% dibandingkan dengan mengirimkan email biasa tanpa trigger. Berikut ini 5 trigger email marketing automation yang dapat membantu bisnis Anda meningkatkan konversi dari pelanggan.

  1. Welcome Email

Welcome email merupakan salah satu autoresponder yang dikirim kepada audiens yang telah melakukan registrasi atau pengisian pada suatu form, biasanya isi welcome email ini “Terima kasih telah mendaftar” atau “Terima kasih telah mengunduh ebook kami”, dan lain sebagainya. Jenis trigger email ini membantu Anda membangun koneksi dengan pelanggan baru dengan memberikan informasi lebih banyak tentang bisnis Anda, misalnya panduan menggunakan produk atau layanan dari perusahaan Anda dan lainnya. Selain itu, Anda juga bisa melakukan komunikasi langsung kepada pelanggan tentang apa yang mereka sukai dan butuhkan, dari situlah Anda mendapat gambaran tentang konten apa yang sekiranya cocok dikirimkan kepada mereka.

  1. Nurturing Email

Keuntungan nurturing email adalah peluang untuk membangun komunikasi dengan pelanggan melalui dua arah. Pelanggan dapat memberikan Anda feedback, berupa pertanyaan, testimoni, dan sebagainya. Feedback tersebut dapat Anda jadikan acuan sebagai bahan untuk mengirimkan konten yang sesuai dengan yang mereka inginkan. Tujuan utama dari email ini bukan untuk mempromosikan produk atau layanan Anda, tetapi untuk membantu pelanggan mendapatkan apa yang mereka inginkan berdasarkan apa yang telah mereka lakukan.

  1. Retention Email

Menurut metrik marketing, dengan menggunakan retention email kemungkinan untuk mendapatkan leads baru antara 5-20% dan kemungkinan penjualan ke pelanggan yang sudah ada meningkat menjadi 60-70%. Dengan menggunakan retention email, Anda dapat menarik pelanggan untuk melakukan pembelian lagi pada produk atau layanan Anda. Itulah peran utama retention email dalam email marketing automation.

Email ini dimaksudkan untuk membuat pelanggan Anda terlibat dalam pesan yang Anda kirimkan, terutama pelanggan yang sudah tidak aktif atau tidak memanfaatkan produk atau layanan dari perusahaan Anda. Sangat penting untuk tetap menjaga dan membangun komunikasi dengan pelanggan Anda.

  1. Special Email

Pelanggan merupakan dasar dari sebuah bisnis, tanpa pelanggan, bisnis Anda tidak akan berjalan. Keberadaannya harus dipertahankan, hargai keberadaan mereka, dan berikan mereka sesuatu yang spesial agar mereka mengingat bahwa Anda peduli pada keberadaan mereka. Misalnya dengan mengirimkan birthday email, email ini dikirim ketika mereka ulang tahun, pada email ini Anda juga bisa menyertakan penawaran khusus untuk mereka di hari ulang tahunnya, seperti sebuah akses free trial, kupon potongan harga berlangganan, dan lainnya. Kirimkan birthday email ini dengan menggunakan email automation, sehingga Anda tidak perlu mengirimkan email secara manual kepada pelanggan.

  1. Email Product Review

Review sebuah produk memiliki manfaat untuk bisnis Anda. Salah satunya Anda akan lebih banyak mendapatkan feedback tentang produk atau layanan Anda, yang tentunya hal ini dapat membantu meningkatkan penjualan Anda. Bahkan ketika Anda mendapatkan review negatif dari audiens, hal tersebut menjadi hal positif untuk Anda, karena dari review mereka membantu Anda untuk membuat produk atau layanan yang lebih baik lagi.

MTARGET memiliki berbagai tools digital marketing yang membantu kegiatan marketing suatu bisnis, salah satu tools yang kami miliki yaitu email automation. Email automation ini bisa membantu Anda untuk mengirimkan email dengan segmentasi dan skenario yang sudah Anda tentukan sebelumnya, selain itu Anda juga dapat mengatur trigger email sesuai dengan kebutuhan Anda, kelima trigger email di atas bisa Anda terapkan dalam email automation pada MTARGET dengan mudah. Atur skenario dan goals Anda, dan engine akan bekerja secara otomatis berdasarkan apa yang sudah ada buat.

Baca Juga

Email trigger dapat berjalan secara otomatis sesuai dengan skenario yang telah Anda buat pada email automation. Email yang dirancang dengan cermat pada automation dapat memudahkan Anda untuk memantau kegiatan dari email yang Anda kirimkan. Email trigger sangat cocok untuk bisnis e-commerce, karena Anda dapat melakukan berbagai eksperimen dengan email trigger untuk mencari tahu apa yang paling cocok untuk audiens dan juga untuk bisnis Anda.

Ingin tahu lebih banyak tentang email automation? Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar marketing automation dan digital marketing, GRATIS! Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia