5 Tips Membuat Email Newsletter yang Efektif

Email marketing mungkin tidak dianggap sebagai channel marketing yang paling mencolok atau yang paling canggih, jadi tidak mengherankan jika kadang-kadang diabaikan.

Meskipun media sosial dan ekosistem influencer, dance trend, dan meme sering kali terasa seperti tempat terjadinya percakapan paling penting dengan konsumen — perlu diingat bahwa dengan email Anda memiliki jalur komunikasi langsung dengan konsumen yang sudah terlibat dengan Anda.

Jadi, ini menjadikan email newsletter sebagai tools yang sangat berharga, memberi brand Anda sarana untuk menjangkau konsumen Anda secara teratur untuk memberikan pembaruan, mempromosikan penawaran baru, dan sebagainya. Ini bisa menjadi channel penting untuk mendorong engagement, membangun loyalitas pelanggan, mengurangi churn, atau bahkan mengaktifkan kembali pelanggan lama.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menggunakan email newsletter untuk kegiatan marketing Anda, ini dia tips membuat newsletter yang efektif yang bisa Anda gunakan.

Tentukan Satu Fungsi untuk Newsletter Anda

Newsletter bisa menjadi banyak hal yang berbeda untuk orang yang berbeda. Mereka dapat menjadi sarana untuk merilis pembaruan tentang produk, tempat untuk posting blog, channel untuk pesan promosi, atau tools untuk berbagi berita perusahaan. Hal ini tergantung dari goals dan akan difungsikan sebagai apa channel newsletter tersebut.

Segmentasi Audiens Anda

Tips ini sejalan dengan poin sebelumnya. Mencoba menjangkau semua orang dengan pesan yang sama tidak akan seefektif newsletter yang ditargetkan secara hati-hati ke jenis audiens yang berbeda.

Dengan mengelompokkan data Anda dan mengelompokkan pelanggan berdasarkan lokasi, kebiasaan membeli, atau sejumlah karakteristik lainnya — Anda akan memastikan bahwa konten Anda terasa relevan bagi pembaca. Bahkan jika Anda memilih untuk hanya memiliki satu newsletter utama, Anda selalu dapat menyesuaikannya agar sesuai dengan kebutuhan segmen yang berbeda dalam daftar pelanggan Anda.

Buat Pesan Personal

Jika Anda dapat menggunakan personalisasi, ini adalah cara mudah untuk meningkatkan open rate dan mendorong engagement. Hanya dengan menambahkan nama penerima di subjek, Anda dapat meningkatkan open rate hingga 26%!

Personalisasi tidak harus berhenti pada panggilan nama depan, tetapi berhati-hatilah agar tidak membuat pembaca Anda takut. Bergantung pada batasan platform email marketing Anda, Anda berpotensi dapat menyesuaikan bagian mana pun dari email newsletter Anda dengan aspek apa pun dari pelanggan Anda — selama Anda secara konsensual menyimpan data itu di platform CRM Anda.

Buat Subjek yang Menarik Perhatian

Dalam campaign email marketing atau newsletter subjek email merupakan hal terpenting, karena subjek merupakan konten pertama yang akan dibaca oleh pelanggan, bagus tidaknya sebuah email, dan dibuka atau tidaknya sebuah email newsletter, tergantung dari subjek yang dibuat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan subjek email newsletter Anda dan buat subjek tersebut menarik perhatian.

Lakukan A/B Testing

Sebelum menjalankan campaign email marketing, Anda juga perlu untuk melakukan A/B testing terhadap komponen email yang akan Anda kirimkan. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui konten apa dan di waktu kapan pelanggan Anda senang untuk menerima email newsletter dari Anda.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia