5 Email Marketing Psychology untuk Meningkatkan Engagement dan Sales

Menguasai teknik email marketing psychology sangatlah menguntungkan. Teknik ini bermanfaat penuh dalam mendorong terjadinya transaksi. Bahkan, membantu pebisnis dalam mewujudkan loyalitas pelanggan. Lalu, seperti apa penerapannya dalam lingkungan bisnis? Berikut ini kami jabarkan tentang cara melakukannya dengan hasil yang terbaik.

Price Anchoring
Metode price anchoring cukup familiar di kalangan pebisnis. Metode tersebut memungkinkan pelanggan merasa tergugah untuk segera mengambil keputusan.
Tekniknya mengedepankan pada perbandingan dua jenis barang dengan harga yang berbeda. Namun, keduanya memiliki fitur yang kurang lebih sama.

Contohnya, ketika kamu ingin menjual sepatu seharga 200 ribu rupiah. Penawaran ini perlu disandingkan dengan menampilkan produk sepatu yang mirip tetapi dijual dengan harga sampai 500 ribu rupiah.

Ketika penawaran ini dilihat oleh pelanggan, otomatis pelanggan akan terfokus pada jenis sepatu yang bernilai 200 ribu tadi. Karena pelanggan menganggap bahwa sepatunya recommended lantaran fiturnya lama namun harganya lebih rendah.

Sedikit tetapi Sebenarnya Banyak
Ingatlah, email marketing psychology ini mengedepankan pada bagaimana kamu memandu dan mengarahkan pelanggan untuk segera mengambil tindakan. Makanya, penting bagi kamu untuk memikirkan cara yang paling pas.

Menerapkan konsep sedikit tapi sebenarnya lebih banyak tentunya cukup menjanjikan. Konsep ini mengarahkan pada pembatasan jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan melalui email.

Meskipun kamu memiliki produk cukup banyak, tidak seharusnya kamu menawarkannya secara keseluruhan. Ini hanya akan membuat pelanggan merasa bingung untuk memilih. Pada akhirnya, pelanggan mungkin tidak melakukan pembelian sama sekali.

Ini berbeda jika Kamu hanya menawarkan produk secukupnya. Contohnya menampilkan produk utama yang bakalan dijual. Kemudian, kamu menyisipkan 2-3 produk berbeda sebagai pendukung.

Sedikitnya pilihan produk seolah-olah mengerucutkan pada opsi produk. Dan ini tentunya lebih mudah bagi pelanggan untuk memutuskan. Akhirnya, pelanggan tidak berpikir terlalu lama untuk melakukan pembelian. Untuk mendukung konsep ini, kamu wajib menerapkan segmentasi pelanggan. Segmentasi ini akan memudahkan Kamu dalam memberikan penawaran yang sesuai. Dengan begitu, seluruh produk dalam bisnis dapat terjual secara berimbang.

FOMO
The Fear of Missing Out (FOMO) merupakan bagian dari email marketing psychology yang sangat powerful. Kelebihannya dapat mendorong penjualan produk dalam waktu singkat. FOMO sendiri menekankan betapa urgensi produk tersebut. Jika tidak segera mengamankannya, pelanggan akan menyesalinya karena sulit untuk menemukan produk tersebut.

Ingatlah bahwa secara naluri, seseorang mengalami ketakutan ketika kehilangan sesuatu. Peran inilah yang dimainkan dalam strategi pemasaran. Contoh penerapannya, kamu perlu menciptakan kelangkaan sebuah produk. Setelah orang menyadarinya, tawarkan produk tersebut ke dalam pesan promosi. Maka, orang yang mendapatkan pesan ini akan memahami betapa bernilainya produk sehingga sayang untuk dilewatkan.

Teknik Foot in the Door
Teknik ini mengedepankan pada meminta persetujuan untuk melakukan sesuatu yang sederhana sebagai pemicu. Kemudian, pebisnis melanjutkannya dengan meminta pelanggan untuk melakukan langkah lanjutan sampai akhirnya memesan.
Lebih mudahnya, kami contohkan praktik email marketing psychology melalui metode ini. Awalnya, Kamu hanya meminta calon pelanggan untuk mengisi opt in form email.

Setelah itu, kirimkan email yang memintanya untuk mengisi survei atau mengerjakan kuis berhadiah. Jika semua tahap dilakukan oleh pelanggan, saatnya kamu mengkonversinya. Kirimkan email pemberitahuan tentang penawaran produk.

Cara tersebut cukup bagus untuk menghasilkan engagement. Bahkan, cukup membuatnya sadar akan merek. Pada akhirnya, pelanggan benar-benar memutuskan untuk membeli produk di toko.

Reciprocity
Sederhananya, ini merupakan imbal jasa atas apa yang kamu berikan pada pelanggan. Dan teknik semacam ini juga cukup mumpuni untuk dicoba. Praktiknya, kamu cukup menawarkan hadiah kecil dengan gratis. Entah itu ebook gratis, kursus video hingga hadiah nyata seperti souvenir kecil-kecilan.

Cara seperti ini membuat orang menyadari keberadaanmu. Secara naluri, ada keinginan untuk membalas kebaikan tersebut. Cara yang paling umum ialah membalasnya dengan melakukan sejumlah pembelian di toko.

Akhirnya, email marketing psychology ini tidak membuahkan hasil tanpa uji coba. Kamu harusnya berani bereksperimen. Kemudian, mengukur salah satu metode yang memang memberikan hasil terbaik dibandingkan teknik lainnya. Baru, metode terbaik dapat diaplikasikan secara konsisten.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi blog kami di blog.mtarget.co. atau ingin memulai campaign email marketing dengan MTARGET, segera daftarkan diri kamu melalui mtarget.co kamu juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(M.M) Edt (P.J)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia