5 Cara Mengubah Leads Menjadi Pelanggan Bisnis Anda

Salah satu tujuan utama dalam penjualan B2B untuk marketer adalah menghasilkan prospek baru. Baik itu melalui event exhibition, seminar, atau seminar online, dan sebagainya itu merupakan salah satu cara terpenting untuk mengembangkan bisnis. Namun jika tim sales Anda kesulitan untuk menindaklanjuti digital leads, maka upaya Anda akan sia-sia.

Menurut sebuah studi oleh Dr. James Oldroyd yang berjudul “The Short Life of Online Sales Leads” menemukan bahwa kebanyakan perusahaan tidak cukup cepat dalam menindaklanjuti leads. Faktanya, studi tersebut menemukan bahwa dari 2.240 perusahaan, hanya 46% yang menindaklanjuti leads dalam waktu 24 jam. Jadi, dalam hal ini sangat penting untuk Anda sebagai marketer memperhatikan waktu untuk menindaklanjuti leads baru Anda. Jangan sampai leads Anda menunggu terlalu lama, hingga akhirnya mereka sudah lupa akan Anda.

Kecepatan tim sales Anda dalam menindaklanjuti marketing leads adalah yang terpenting. Tindak lanjut yang lambat berarti kehilangan bisnis karena pesaing Anda mungkin saja sedang menindaklanjuti leads tersebut. Berikut ini, kami telah merangkum 5 tips mudah untuk membantu Anda mengubah lebih banyak leads menjadi pelanggan Anda.

1. Jangan membuat leads menunggu
Tingkat ketertarikan terhadap leads akan menurun drastis setelah satu jam, dan dia mungkin sudah beralih ke pesaing. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan flow penyambutan untuk menangani leads yang masuk.

Tips agar leads tidak menunggu Anda terlalu lama, buatlah flow automation untuk menindaklanjuti action yang dilakukan leads terhadap magnet yang Anda tawarkan. Jadi, Anda tidak perlu repot setiap hari melihat siapa saja leads baru yang masuk yang harus Anda follow up, Anda hanya perlu membuat flow automation menggunakan marketing automation tools dan hanya memeriksanya di saat-saat tertentu.

Seperti di MTARGET, biasanya setiap tindakan yang dilakukan oleh leads atau audiens pada website atau page dibuatkan welcome automationnya menggunakan tools email automation kami. Hal ini membantu kami untuk menindaklanjuti action yang dilakukan oleh calon customer/audiens agar tidak menunggu lama. Seperti ketika mereka subscribe newsletter, mengunduh e-book, mendaftar event, dan sebagainya. Semua hal tersebut dilakukan dengan automation yang sudah dibuat skenarionya oleh tim. Sehingga memudahkan untuk melakukan follow up kepada calon leads/audiens kami.

2. Kualifikasi leads terlebih dahulu
Dalam memilih kualifikasi atau kriteria leads, Anda bisa melihatnya pada behavior mereka pada situs web Anda atau pada bisnis Anda. Anda bisa melakukan hal ini menggunakan software CRM, yang mana mereka akan menunjukan behavior dari suatu kontak database. Misalnya, berapa kali mereka melakukan pembelian di website Anda, produk apa saja yang mereka buka, dan sebagainya. Cari tahu juga dari mana leads tersebut mulai terhubung dengan Anda, misalnya dari subscribe newsletter, mengunduh e-book, atau melakukan free trial pada bisnis Anda. Jika Anda sudah mengetahui behavior mereka dan melihat apa kebutuhan mereka, dari situlah Anda bisa memulai untuk menghubungi mereka secara langsung.

3. Susun tim sales untuk melakukan follow up
Beberapa organisasi lebih suka membagi tim sales mereka menjadi dua; satu bagian dari tim yang menangani pelanggan yang sudah ada dan satu bagian dari tim yang menangani leads baru.

Dan meskipun cara Anda menyusun tim bukanlah bagian yang penting di sini, yang penting adalah proses yang Anda buat, yang memungkinkan tim sales bergerak cepat sesuai dengan pembagiannya. Dan ini tidak hanya berlaku untuk leads baru, tetapi semua tahapan proses penjualan.

Untuk memulai proses tersebut, pikirkan tentang pertanyaan berikut;

  • Bagaimana kita memulai kontak pertama; melalui email atau telepon?
  • Bagaimana kita menindaklanjutinya?

4. Jaga agar leads tetap hangat
Bahkan jika Anda menelepon leads dalam waktu sepuluh menit setelah mengisi formulir web, dia mungkin belum siap untuk melanjutkan proses penjualan. Namun mereka telah menunjukkan minat pada produk atau layanan Anda, jadi jangan kehilangan kesempatan untuk tetap hangat saat melakukan panggilan telepon. Misalnya, Anda dapat menanyakan apakah mereka ingin ditambahkan ke email list Anda, yang akan membantu Anda untuk menghubungi mereka kembali ketika mereka siap.

Customer care dimulai sebelum penjualan dilakukan. Selalu beri tahu mereka dan tunjukkan bahwa Anda peduli dan mereka pasti akan kembali kepada Anda ketika mereka siap untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.

5. Pantau sales pipeline Anda
sales pipeline Anda memberi Anda unique overview tentang leads yang Anda tangani. Dalam sistem CRM, Anda dapat memantau tahap mana dari proses penjualan yang dilakukan leads dan aktivitas yang dilakukan. Ini dapat dilakukan oleh masing-masing sales, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

Baca Juga

Ingin mendapatkan tips dan trik menarik seputar digital marketing? Kunjungi kami di blog.mtarget.co. atau ingin mencoba semua fitur digital marketing MTARGET, segera daftarkan diri Anda melalui mtarget.co Anda juga bisa subscribe newsletter kami di sini dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia