4 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Landing Page

Jika Anda memiliki produk baru dan menjualnya secara online, dimana Anda ingin menaruhnya? Mungkin beberapa akan menjawab menaruhnya di website utama, atau bahkan sosial media. Tapi sebenarnya ada satu cara yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan di produk terbaru Anda, yaitu dengan menggunakan halaman khusus atau landing page.

Itu hanyalah contoh sekilas, landing page sebenarnya sudah sering digunakan oleh banyak orang, seperti digunakan untuk keperluan event, mendapatkan subscriber, dan masih banyak lagi. Selain itu, landing page juga dirasa lebih ringan karena hanya memuat satu halaman saja jika dibandingkan dengan website.

Anda tentu ingin membuat landing page yang menarik sehingga dapat memenuhi tujuan dalam menggunakan landing page. Maka, perlu diperhatikan beberapa kesalahan berikut saat Anda ingin membuat landing page:

  1. Load Speed Halaman Lambat
    Percaya atau tidak, kecepatan memuat halaman akan sangat mempengaruhi pada kinerja halaman. Kebanyakan orang, akan langsung menutup halaman jika selama 5 detik tidak segera muncul halamannya. Sebagai perbandingan, jika pada landing page dalam kurun waktu 5 detik halaman tidak segera muncul, orang akan menutupnya. Sedangkan pada e-commerce, jika dalam kurun waktu 3 detik, halaman tidak segera muncul juga, maka orang-orang akan meninggalkannya.

    Namun jangan khawatir, karena ada solusi dari permasalahan ini dengan menguji kecepatan halaman. Bagaimana caranya? Anda dapat mengujinya menggunakan Google PageSpeed. Google PageSpeed akan memberikan nilai pada halaman yang Anda buat dan juga memberikan saran di beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar menghasilkan halaman yang optimal.

  2. Desain yang Berantakan
    Kesalahan yang sering juga dilakukan oleh banyak orang saat membuat landing page adalah membuat page dengan desain yang asal-asalan atau justru berantakan. Desain adalah apa yang orang-orang akan lihat, jika dari desain saja sudah tidak memuaskan karena berantakan, tentu hal ini akan sangat mengganggu traffic yang dimana tidak akan ada respon setelah pelanggan klik page yang Anda buat.

    Guna menghindari hal tersebut, tentu Anda akan memerlukan beberapa referensi untuk membuat landing page yang efektif. Anda dapat mencarinya melalui mesin pencari tentang referensi landing page. Tapi, jika Anda ingin lebih pasti lagi untuk mengetahui tentang apakah landing page yang dibuat telah sesuai. Anda dapat menggunakan crazyegg. Melalui website tersebut, Anda dapat mengetahui halaman mana yang berpotensi akan dibaca oleh orang dan mana yang tidak. Sehingga, jika dari hasil tersebut ternyata potensi baca pada page Anda rendah, maka Anda perlu memperbaikinya. Tools ini mempermudah dalam membuat desain page yang efektif.

Baca Juga
  1. Headline Page yang Buruk
    Memiliki judul yang menarik juga tidak kalah pentingnya dalam membuat landing page. Terlebih, headline adalah apa yang pertama kali dilihat oleh orang. Jika dari headline tidak menarik minat seseorang untuk membukanya, tentu akan sangat merugikan Anda. Untuk membuat headline yang menarik, Anda dapat mencari referensi mengenai hal tersebut di mesin pencari. Cari yang menurut Anda bagus dan dapat digunakan page.

  2. CTA yang Mudah Terlihat
    Setelah Anda mengetahui beberapa keselahan sebelumnya, Anda telah membuat page lebih ringan dengan visual dan headline yang menarik. Tentu orang akan lebih betah setelah Anda memperbaikinya karena dirasa lebih nyaman. Tapi masih ada satu lagi yang kurang, yaitu CTA (call to action) atau ajakan untuk bertindak lebih lanjut. Tanpa adanya tindakan, orang-orang hanya akan melihat page Anda lalu keluar dan Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Tapi yang menjadi masalah adalah, dimana letak yang tepat untuk meletakkannya?

    Masalah penempatan ini mungkin sepele, namun hal ini cukup krusial untuk mencapai tujuan Anda. Jika Anda masih kesulitan menentukan tempat yang tepat untuk meletakkan CTA (call to action), Anda dapat mencoba untuk mencari letak yang memiliki ruang yang cukup senggang atau kosong untuk membantu memfokuskan perhatian pada CTA agar orang-orang langsung mengetahui apa yang harus dilakukan setelahnya. Selain letak CTA, pemilihan kata yang digunakan pada CTA juga tidak kalah pentingnya.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi pada siapapun saat akan membuat landing page. Apa yang kita lihat mudah, ternyata juga memiliki pengaruh yang penting juga. Seperti letak CTA, headline yang buruk hingga load speed halaman yang lambat. Hal-hal ini perlu Anda perhatikan ketika akan membuat landing page sehingga page yang dibuat tidak berputar-putar pada satu masalah.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia