4 Hal yang Bisa Dipelajari dari Email Report

Sudahkah Anda mengirim email marketing hari ini? Apa yang Anda lakukan setelah selesai mengirimkan email marketing? Membiarkannya saja karena telah selesai dikirim atau tetap memantau report email? Jika Anda salah satu orang yang membiarkannya saja setelah mengirim email marketing, itu akan sangat sia-sia karena email report memberikan informasi rinci yang dapat dimanfaatkan untuk pengiriman email marketing selanjutnya. Atau mungkin Anda membiarkannya saja karena kurang paham apa yang harus dilakukan setelah mengirimkan email? Jika Anda kurang paham bagaimana cara memanfaatkan email report, Anda perlu tahu apa yang ingin Anda cari.

1. Apakah Email Sudah Cukup Menarik?
Jika Anda ingin melihat apakah subscriber telah cukup ingin mengetahui tentang Anda, bisa dilihat melalui open rates email. Open rates email adalah ukuran seberapa banyak orang membuka email Anda. Semakin besar open rates email tentu itu merupakan pertanda sangat baik, yang berarti email Anda disukai oleh banyak orang. Jika open rates email rendah, mungkin ada yang salah sehingga para subscriber tidak ingin membuka dan terlibat dengan Anda. Salah satu faktor open rates email rendah yang paling berpengaruh adalah subjek email. Subjek email adalah apa yang pertama kali dilihat oleh subscriber, sehingga subjek email akan sangat menentukan open rates email.

Meskipun tidak selalu mutlak tentang subjek yang mempengaruhi open rates email, terkadang ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi open rates email rendah. Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu diketahui dan bagaimana cara mengatasinya apabila Anda mengalamai open rates email nya rendah. Coba cara ini.

2. Apakah Subscriber Cukup Terlibat?
Jika sebelumnya kita telah belajar tentang email open rates, asumsikan jika sekarang ini email open rates Anda cukup tinggi. Itu berarti banyak orang yang tertarik dengan subjek email sehingga menarik untuk dibuka. Tapi bagaimana caranya untuk mengetahui jika subscriber cukup terlibat dengan Anda? Cukup dilihat dari prosentase click through rate di email report. Jika click through rate (CTR) tinggi, itu berarti subscriber telah bersedia untuk terlibat lebih jauh dengan email Anda. Jika terjadi sebaliknya, bisa jadi isi email tidak begitu menarik sehingga subscriber tidak ingin ikut terlibat melalui tombol call to action (CTA) yang telah disediakan.

Lalu bagaimana mengatasinya jika Anda mengalami hal penurunan pada CTR? Cara termudah yang dapat dilakukan adalah dengan membaca ulang email, lalu pahami dan bagaimana tanggapan Anda setelah membaca email tersebut? Apakah menurut Anda email sudah cukup mudah untuk dipahami? Apakah ada tombol call to action? Selain itu, untuk mengatasi CTR yang rendah Anda dapat mencoba ikuti beberapa cara ini untuk mengatasi rendahnya CTR.

3. Apakah Email Sudah Menjangkau Orang yang Tepat?
Setelah Anda selesai mengirimkan email, perlu dipastikan apakah semua kontak telah menerima email. Jika ada subscriber yang gagal mendapatkan email, bisa jadi email mengalami hardbounce atau softbounce yang dapat dilihat pada bounce rate. Bounce rate ini mengukur seberapa banyak email subscriber yang terkena bounce, baik itu karena memang email sudah tidak aktif lagi atau terdapat masalah pada server email hingga menyebabkan email terkena bounce. Umumnya, email yang terkena softbounce biasanya hanya masalah pada server email, sedangkan email yang terkena hardbounce ini yang perlu Anda perhatikan karena biasanya email hardbounce adalah email yang sudah tidak aktif lagi.

Setelah Anda mendapati prosentase daftar kontak yang mengalami bounce rate, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah melihat apakah prosentase itu tinggi atau rendah. Semakin tinggi, berarti Anda perlu segera membersihkan daftar kontak email. Jika Anda membiarkan email bounce terus ada di daftar kontak email, bukan tidak mungkin jika dikemudian hari, email yang dikirim akan masuk ke kotak spam. Jadi, pastikan secara berkala melakukan pembersihan pada kontak email Anda.

4. Apakah Email yang Dikirim Membuat Orang Terganggu?
Ini sangat berhubungan dengan unsubscribe rate, karena orang yang melakukan unsubscribe adalah orang-orang yang ingin berhenti berlangganan email. Banyak faktor yang mempengaruhinya, bisa karena konten email yang sudah tidak lagi terasa relevan, konten email yang semakin membosankan, atau bisa jadi justru terganggu dengan kiriman email dari Anda.

Lalu apakah unsubscribe yang tinggi adalah pertanda buruk? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung dengan tujuan yang ingin dicapai dari email tersebut. Misalkan jika pengirim email ingin membuat suatu konsep konten yang baru dan cukup berbeda dari biasanya, subscriber yang tidak terbiasa atau justru terganggu akan melakukan unsubscribe. Di sisi lain, masih ada juga subscriber yang setia mendapat informasi dari pengirim email. Bisa jadi itu semua adalah upaya untuk menyeleksi loyalitas subscriber apabila menggunakan konsep konten baru. Baca disini untuk mengetahui lebih lengkap tentang unsubscribe rate.

Banyak hal yang dapat Anda pelajari dari email report, karena umumnya email report telah memiliki KPI yang dapat diukur dan dijadikan sebagai acuan untuk membuat strategi pengiriman email dikemudian hari. Setelah melakukan dan mengirimkan begitu banyak email marketing campaign. Hal yang menjadi tantangan berikutnya adalah reporting. Mengumpulkan data performa satu-satu email marketing campaign sangatlah menyita waktu. Kami mengerti sekali akan hal ini. Fitur terbaru MTARGET yaitu Campaign Insight akan membantu Anda untuk mengumpulkan dan membandingkan performa email campaign Anda dalam periode waktu tertentu. Semua terangkum dalam satu analisis dan downloadable. Anda hanya perlu fokus di pengambilan keputusan dan penajaman strategi. Baca ulasan fitur terbaru Campaign Insight disini. Ingin mencoba fitur terbaru kami? Coba sekarang disini. Selamat mencoba!

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar email marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(Y.P)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia