3 Hal yang Membuat Email Anda Terdeteksi Sebagai Spam

Anda termasuk salah satu marketer yang menggunakan email sebagai strategi digital marketing? Maka Anda perlu memperhatikan kriteria email Anda sebelum mengirimkannya kepada pelanggan Anda. Salah satu hal yang urgent yang perlu Anda perhatikan adalah “apakah email Anda sukses masuk ke dalam kotak masuk utama email pelanggan Anda? Atau mungkin masuk ke dalam folder spam pelanggan Anda”.

Filter spam menggunakan beberapa kriteria dalam menentukan dan menilai email yang masuk ke kotak pesan user. Kriteria tersebut bisa berbeda-beda antar user. Filter spam ini bisa dari faktor internal dan eksternal, faktor internal bisa dari pengirim email marketing tersebut dan faktor eksternal adalah dari penerima email marketing. Karena tidak ada takaran baku akan algoritma email, faktor-faktor ini bisa saja berubah. Namun, dalam beberapa penelitian berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan email Anda terdeteksi sebagai spam.

1. Domain Email
Jika Anda menggunakan domain email yang gratis seperti Gmail, Yahoo, Outlook atau semacamnya, maka kami tidak menyarankan untuk menggunakan domain email tersebut untuk dipakai sebagai sender email marketing. Hal ini dikarenakan filter spam akan lebih agresif dalam melakukan filter pada domain email gratis. Berbeda dengan domain email yang telah terverifikasi.

Jika Anda telah memiliki domain email, maka sebelum mengirim email, sangat disarankan untuk melakukan otentikasi domain email sender. Hal ini agar domain email yang Anda daftarkan untuk mengirim email, dapat dikenali oleh server dan terverifikasi.

2. Alamat IP
Beberapa filter spam akan menandai email jika IP reputation Anda buruk. IP reputation yang buruk ini bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya ketika seorang pengguna mengirimkan email marketing dengan jumlah yang besar dan penerima email melakukan report as spam pada email yang dikirimkan. Hal tersebut bisa berdampak pada alamat IP yang mengirim email. Oleh karena itu, penting untuk menjaga IP email agar tidak terdeteksi oleh filter spam.

3. Konten Email
Selain domain dan IP yang menjadi faktor email terdeteksi sebagai spam, faktor lainnya yang menjadi alasan email terdeteksi sebagai spam adalah konten email yang Anda kirimkan. Konten email yang terdeteksi sebagai spam bisa jadi dari faktor seperti yang kurang pas, misalnya 100% free, free gift, order now, dan sebagainya.

Selain itu, ada juga related konten. Menurut sebuah studi dari e-Strategy Trends kebanyakan pengguna menerima email marketing yang berisi konten yang tidak relevan dengan mereka. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan konten yang akan Anda kirimkan kepada pelanggan, karena jika konten tersebut tidak relevan dengan mereka, tidak menutup kemungkinan email yang Anda kirimkan akan mereka tandai sebagai spam.

Baca Juga

Beberapa Email Service Provider (ESP) memiliki filter spam yang sangat agresif dalam menandai email spam berdasarkan konten tertentu. Jika Anda ragu apakah email yang dikirimkan akan masuk kotak spam atau tidak, Anda dapat mencoba untuk membuat A/B test email untuk menguji email mana yang mempengaruhi pengiriman.

Ingin tahu lebih banyak tentang digital marketing? Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar digital marketing, GRATIS! Baca juga artikel-artikel lain di blog MTARGET dan jangan lupa bergabung di channel Telegram MTARGET untuk informasi lainnya seputar MTARGET dan berita-berita terbaru.
(J.R)


MTARGET

MTARGET

Marketing automation tools #1 di Indonesia